Tak Hanya Pertamina, 3 Pom Bensin Asing Juga Turunkan Harga BBM

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengisian bahan bakar di KiosK Pertamax Rest Area KM 252 Brexit, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (30/5/2018). Pertamina menyiagakan 60 titik Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax suntuk pemudik di Lebaran 2018 ini. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Petugas melakukan pengisian bahan bakar di KiosK Pertamax Rest Area KM 252 Brexit, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (30/5/2018). Pertamina menyiagakan 60 titik Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax suntuk pemudik di Lebaran 2018 ini. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain PT Pertamina (Persero), harga bahan bakar minyak atau BBM juga diturunkan oleh pada PT Shell Indonesia dan PT Total Oil Indonesia serta PT Vivo Energi Indonesia. Penurunan tersebut berdasarkan formula Kementerian Energi Sumber Daya Mineral seiring tren penurunan harga minyak dunia. 

    Baca: ESDM Bikin Beleid Atur Harga Jual Eceran BBM Nonsubsidi

    Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan penurunan tersebut sudah mulai sejak Keputusan Menteri ESDM No 19 K/10/MEM/2019 dirilis yakni per 1 Februari 2019. "Semuanya sudah turun," ujar Djoko saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Februari 2019. 

    Djoko mengatakan dalam menentukan harga BBM, badan usaha penyalur BBM harus mengacu pada formula yang telah diatur oleh Kementerian ESDM, dengan ketentuan penurunan paling rendah Rp 50 dan paling tinggi Rp 1.100 per liter. 

    Selain itu kata Djoko, dalam penentuan harga BBM juga diatur batasan margin badan usaha penyalur BBM Umum paling tinggi sebesar 10 persen dan paling rendah 5 persen dari harga dasar. 

    Menurut Djoko hal terpenting dari formula itu adalah adanya batas harga atas dan batas harga bawah BBM umum. Hal tersebut penting karena setiap badan usaha penyalur BBM memiliki cost yang berbeda. "Maka formula ini sebagai guiden bagi badan usaha," ujarnya.  

    Lebih jauh Djoko memaparkan harga BBM oleh badan usaha penyalur BBM setelah adanya penurunan.

    Pertamina  

    - Pertalite (Ron 90) : rentang harga Rp 7.650 - Rp 8.000 di seluruh provinsi

    - Pertamax (Ron 92): rentang harga Rp 9.858 - Rp 10.150 di seluruh provinsi 

    - Pertamax Turbo (Ron 98): rentang harga Rp 11.200 - Rp 11.6000 di seluruh provinsi

    - Pertamina Dex (CN 51): rentang harga Rp 11.700 - Rp 12.200 di seluruh provinsi

    - Solar Non PSO (CN 48): rentang harga Rp 9.600 - Rp 10.000 di seluruh provinsi

    - Dexlite (CN 48): rentang harga Rp 10.200 - Rp 10.600 di seluruh provinsi

    Shell

    - Super (Ron 92): rentang harga Rp 7.479 - Rp 9.926 di Jabodetabek, Bandung dan Jawa Timur 

    - V- Power (Ron 95): rentang harga Rp 7.804 - Rp 10.358 di Jabodetabek, Bandung dan Jawa Timur

    - Diesel (CN 51): rentang harga Rp 8.937 - Rp 11.974 di Jabodetabek, Bandung. 

    - Diesel Extra (CN 48): rentang harga Rp 8.973 - Rp 11.591 di Sumatera Utara  

    - Reguler (Ron 90): rentang harga Rp 7.429 - Rp 9.873 di Jabodetabek dan Bandung. 

    Total  

    - Performance 90: rentang harga Rp 7.429 - Rp 9.873 di Jatabek

    - Performance 92: rentang harga Rp 7.479 - Rp 9.926 di Jatabek dan Bogor 

    - Performance 95: rentang harga Rp 7.981 - Rp 10.964 di Jatabek dan Bogor 

    - Performance Diasel (CN 51): rentang harga Rp 8.937 - Rp 11.974 di Jatabek dan Bogor. 

    Baca: Sandiaga Berjanji Harga BBM Tak Bakal Sakiti Rakyat Jika Terpilih

    Vivo

    - Mogas 98 : rentang harga Rp 7.379 - Rp 9.821 di DKI Jakarta 

    - Mogas 90 : rentang harga Rp 7.429 - Rp 9.837 di Bekasi 

    - Mogas 92 : rentang harga Rp 9.800 - Rp 9.926 di Tangerang 

    Simak berita lainnya terkait BBM hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.