Menteri ESDM Targetkan 2,1 Juta Sepeda Motor Listrik di 2025

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Jonan yakin Motor Gesits akan bisa bersaing dengan motor konvensional. ANTARA

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Jonan yakin Motor Gesits akan bisa bersaing dengan motor konvensional. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Ignasius Jonan menargetkan peningkatan populasi kendaraan bertenaga listrik atau hybrid pada 2025 sebanyak 2.200 unit mobil dan 2,1 juta unit sepeda motor. "Ada empat industri yang akan sangat berkembang besar, yaitu online, artificial intelligent, kendaraan listik dan Energi Baru Terbarukan," kata Jonan, Ahad, 10 Februari 2019.

    Baca: ESDM Bikin Beleid Atur Harga Jual Eceran BBM Nonsubsidi

    Jonan menyebutkan, energi baru terbarukan atau EBT dan kendaraan listrik akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perekonomian di masa mendatang. Nilai investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun juga dapat memicu pertumbuhan lebih besar ke depannya. 

    Pada tahun 2017, nilai investasi EBT sebesar US$ 1,34 miliar dan naik lagi di tahun 2018 yaitu US$ 1,6 miliar. "Sektor EBT ini makin lama makin meningkat," ucap Jonan.

    Naiknya investasi tersebut tak lepas dari adanya penandatanganan 74 kontrak Power Purchase Agreement (PPA) dengan kapasitas pembangkit sebesar 1.576 Mega Watt (MW) yang terjadi sejak tahun 2017 hingga 2018. Tak hanya itu, pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT pun meningkat.

    Kini, pemerintah pun gencar membangun pembangkit listrik berbasis EBT dan ekspansi penggunaan motor listrik. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan global dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan domestik.

    Tahun 2019 pemerintah menargetkan nilai investasi US$ 1,9 miliar dari sektor EBTKE. Terkait kendaraan listrik, komitmen Pemerintah Indonesia adalah dengan mendatangkan teknologi EV dan menuangkannya dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional.

    Di samping itu, pemerintah juga sedang merancang Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan. Dari empat komponen tadi, tantangan terbesar menurut Jonan adalah memberikan akses energi kepada semua lapisan masyarakat dengan harga terjangkau sesuai sila ke-5, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Baca: Menteri ESDM Ignasius Jonan: Memimpin Itu Ilmunya Satu

    "Tagline pemerintah di bidang energi, menyediakan energi secara merata dengan harga terjangkau. Kalau energi ada tapi tidak terjangkau, buat apa," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.