Pengusaha Bandung Diduga Dimutilasi, Keluarga Jalani Tes DNA

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mutilasi

    Ilustrasi mutilasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Nuryanto, 37 tahun, pengusaha tekstil Bandung yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, kini tengah menjalani tes DNA. Pengacara korban, Hermawan, mengatakan keluarga korban telah datang Malaysia sejak Senin, 4 Februari 2019.

    Baca juga: Pengusaha Bandung Korban Mutilasi di Malaysia

    "Sejak Senin kemarin ada keluarga yang sudah ke Malaysia untuk menjalani tes DNA. Tesnya sendiri sudah dilakukan pada Rabu, 6 Februari 2019 kemarin," kata Hermawan ketika dihubungi Tempo, Sabtu 9 Februari 2019.

    Hermawan menjelaskan tes DNA ini dilakukan untuk memastikan apakah benar korban merupakan Nuryanto yang sebelumnya dilaporkan hilang pada 25 Januari 2019. Tes DNA dikabarkan bakal selesai dua minggu usai tes dijalankan. Kini, kata Hermawan, keluarga masih menunggu hasil tes DNA tersebut.

    Sebelumnya, beredar kabar Nuryanto, diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia setelah ditemukan sesosok mayat pada 26 Januari 2019. Informasi tersebut didapat setelah sebelumnya Kepolisian Malaysia mengumumkan ditemukannya sesosok mayat yang telah dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

    Ciri-ciri mayat tersebut mirip dengan Nuryanto yang sebelumnya dilaporkan hilang. Saat ditemukan beberapa bagian mayat tersebut hilang. Selain itu, ditemukan pula handphone yang diketahui milik Nuryanto.

    Hermawan mengatakan, Nuryanto diketahui berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019 menggunakan pesawat AirAsia. Ia berencana kembali ke Tanah Air pada 23 Januari 2019. Namun, pada 21 Januari 2019 pihak keluarga tak lagi bisa menghubungi Nuryanto.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, status Facebook Yanto Nuryanto terakhir pada 21 Januari 2019 yang mengunggah foto anak perempuannya. "My girl son," ungkapnya. Setidaknya ada 3 tanggapan di status tersebut. Salah satunya yang menanyakan kabar Yanto. "A Yanto kemana, kok susah dihubungi?"

    Sumber Tempo mengatakan pada 21 Januari 2019 lalu, Nuryanto masih transfer uang via jasa pengiriman uang sebesar Rp 30 juta kepada salah satu rekan bisnis di Bandung. "Info yang saya dengar dari teman saya, setelah itu tidak ada lagi kabar dari pak Yanto," kata sumber itu.

    Ia mengatakan info tentang kematian Nuryanto yang dimutilasi itu juga terdengar di telinganya. Bahkan ia sempat membaca berita dari media online lokal di Bandung yang menyatakan bahwa kepala dan kaki dari korban belum ditemukan hingga kini.

    Sepengetahuan sumber, Nuryanto berbisnis ke Malaysia untuk penjualan kain, mukena dan baju.

    Baca berita mutilasi lainnya di Tempo.co

    MARTHA WARTA SILABAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.