Pengusaha Bandung Korban Mutilasi di Malaysia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mutilasi

    Ilustrasi mutilasi

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, 37 tahun, diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, pada pertengahan Januari 2019 lalu. Pengacara korban, Hermawan, mengatakan informasi bahwa kliennya dimutilasi berasal dari Kepolisian Malaysia.

    BACA: Pelaku Diduga Kuras Darah Jamal Khashoggi Sebelum Dimutilasi

    "Kabar tersebut didapatkan setelah salah satu relasi Hermawan yang ada di Malaysia melaporkan adanya kehilangan orang kepada pihak polisi," kata Hermawan ketika dihubungi Tempo pada Sabtu, 9 Februari 2019.

    Hermawan mengatakan, Yanto diketahui berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019 menggunakan pesawat AirAsia. Ia berencana kembali ke Tanah Air pada 23 Januari 2019.

    Menurut Hermawan, keluarga mendapat kabar adanya dugaan Yanto dibunuh mutilasi pada 26 Januari 2019 setelah kepolisian setempat mengumumkan ditemukannya sesosok mayat yang telah dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Ciri-ciri mayat tersebut mirip dengan Yanto yang sebelumnya dilaporkan hilang. Saat ditemukan beberapa bagian mayat tersebut hilang. Selain itu, ditemukan pula handphone yang diketahui milik Yanto.

    BACA: Jaksa Agung Arab Saudi Akui Jamal Khashoggi Dimutilasi

    Berdasarkan penelusuran Tempo, status Facebook Nuryanto terakhir pada 21 Januari 2019 yang mengunggah foto anak perempuannya. "My girl son," ungkapnya. Setidaknya ada 3 tanggapan di status tersebut. Salah satunya yang menanyakan kabar Yanto. "A Yanto kemana, kok susah dihubungi?"

    Sumber Tempo mengatakan pada 21 Januari 2019 lalu, Yanto masih transfer uang via jasa pengiriman uang sebesar Rp 30 juta kepada salah satu rekan bisnis di Bandung. "Info yang saya dengar dari teman saya, setelah itu tidak ada lagi kabar dari pak Yanto," kata sumber itu.

    Ia mengatakan info tentang kematian Yanto yang dimutilasi itu juga terdengar di telinganya. Bahkan ia sempat membaca berita dari media online lokal di Bandung yang menyatakan bahwa kepala dan kaki dari korban belum ditemukan hingga kini.

    Sepengetahuan sumber, Yanto berbisnis ke Malaysia untuk penjualan kain, mukena dan baju. "Dia (korban) pernah mengatakan punya back up kerajaan Malaysia," kata dia.

    Baca berita tentang mutilasi lainnya di Tempo.co.

    MARTHA WARTA SILABAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.