PGN Siap Kebut Jaringan Gas Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso mengecek prototype Gaslink salah satu produk layanan perusahaan.

    Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso mengecek prototype Gaslink salah satu produk layanan perusahaan.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan membangun Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil (Jargas) sesuai Peraturan Presiden Nomor 6 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi melalui Jargas. 

    Baca juga: PGN Targetkan Penjualan dan Transmisi Gas Naik pada 2019

    Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengungkapkan, kesiapan perusahaan yang berstatus sebagai Sub Holding Gas tersebut. PGN telah menyiapkan proposal untuk program pengembangan jargas tersebut. “Di dalamnya sudah ada penjelasan  detil dengan rincian lokasi-lokasi yang akan kami pasang pipa jargas,” ungkap Gigih, seperti dikutip dari siaran pers, Jumat, 8 Februari 2019.

    Proposal itu, sambung Gigih, sesuai  target tambahan sebanyak 4,7 juta sambungan baru sampai tahun 2025. Dia menjelaskan hal tersebut telah disesuaikan dengan rencana Kementerian ESDM.

    Dia menambahkan ajuan tersebut segera diserahkan kepada Kementerian ESDM sebagai  bahan pertimbangan dalam pelaksanaannya.  Tak hanya itu, PGN telah melengkapi  kajian FS untuk pengembangan jargas yang diminta pemerintah. 

    Di sisi lain, Gigih mengungkapkan terbitnya beleid tersebut akan berdampak positif bagi realisasi rencana jangka panjang PGN. Sebab, katanya, PGN bertanggung jawab menciptakan keadilan dan pemerataan akses masyarakat terhadap energi baik.

    “Program pembangunan jargas akan lebih efektif,  sehingga akan terjadi percepatan dalam pembangunan jargas yang saat ini hanya sebanyak 400 ribu sambungan,” katanya.

    Dia menilai banyaknya masyarakat terlayani PGN, akan meningkatkan keuntungan ekonomi nasional. Sejauh ini, pasokan gas untuk jargas ini akan disediakan oleh pemerintah melalui Ditjen Migas dan SKK Migas dengan harga gas yang lebih kompetitif. 

    “Harga jual untuk jargas juga sudah ditetapkan oleh BPH Migas dan sudah disesuaikan tingkat kewajarannya agar terjangkau oleh masyarakat,” kata Dirut PGN tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.