Anggaran Bocor, Moeldoko: Nggak Ada Cerita

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko dalam acara Diseminasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis 20 Desember 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko dalam acara Diseminasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis 20 Desember 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko ikut berkomentar mengenai maraknya isu mengenai tudingan anggaran bocor. Dia mengatakan jika pun ada kebocoran anggaran tentu Presiden Joko Widodo atau Jokowi pasti akan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan tindakan.

    BACA: Prabowo Sebut APBN Bocor, TKN Jokowi: Tidak Pernah Ada Bukti

    "Kalau ada opini itu pasti presiden pasti akan memerintahkan kepada menteri terkait untuk melakukan langkah-langkah. Kalau sudah menjurus ke arah pelanggaran prosedur, pelanggaran administrasi, apalagi pidana, proses itu nggak ada cerita," kata Moeldoko ditemui usai memberikan sambutan dalam acara diskusi bertajuk Blak-blakan Pembiayaan Infrastruktur di Hotel Aloft, Jakarta Pusat, Jumat 8 Februari 2019.

    Moeldoko mengaku tak begitu paham mengenai pernyataan pihak yang menyebutkan mengenai adanya kebocoran anggaran. Pihak tersebut menyatakan adanya maladministrasi tetapi, kata dia pihak tersebut tak menyebutkan letak di mana maladministrasi tersebut.

    Karena itu, Moeldoko menegaskan pemerintah tentu tak akan tinggal diam jika memang ternyata ditemukan adanya kebocoran anggaran. Pemerintah tentu akan melakukan tindakan jika ditemukan hal demikian. Apalagi, sudah ada lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan.

    BACA: Jokowi Minta Prabowo Buktikan Soal Anggaran Bocor 25 Persen

    Sebelumnya calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya tapi bermasalah karena kekayaannya banyak yang dilarikan ke luar negeri dan habis dikorupsi. Dalam perkiraanya, sebanyak 25 persen anggaran pemerintah Indonesia bocor.

    Prabowo menyebut salah satu akibat dari maraknya mark up atau penggelembungan harga yang dilakukan oknum-oknum. Dengan perkiraan itu kebocoran dari anggaran pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 2.000 triliun, maka hampir Rp 500 miliar uang yang hilang. "Dan ini terjadi terus menerus,” ucap Prabowo, dalam acara ulang tahun Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia, di Sports Mall, Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.

    Adapun menanggapi hal itu, Presiden Jokowi kemarin telah ikut menanggapi tudingan tersebut. Jokowi menantang rivalnya, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, untuk membuktikan ucapannya yang menyebutkan kebocoran anggaran pemerintah mencapai 25 persen. Jokowi menyarankan Prabowo melaporkan temuannya itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Kalau memang anggaran bocor sampai 25 persen, laporin saja ke KPK. Duit gede banget itu," katanya usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019.

    FIKRI ARIGI | TAUFIQ SIDDIQ | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.