Cicil Utang ke BCA, TAXI Jual 1.200 Armada

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian peluncuran armada baru Express di Serpong Rabu 4 Juli 2018. Sumber: swa.co.id

    Peresmian peluncuran armada baru Express di Serpong Rabu 4 Juli 2018. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan transportasi PT Express Transindo Utama Tbk akan menjual 1.200 unit armada guna membayar utangnya kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

    Baca juga: Bayar Utang ke BCA, TAXI Jual Tanah Rp 43,44 Miliar

    Corporate Secretary Express Transindo Utama, Megawati Affan mengatakan pihaknya setuju menjual semua jaminan utang guna melunasi seluruh utang yang telah jatuh tempo. “Jadi memang tugas kita untuk menjual, sudah itu kita bayar ke BCA,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019).

    Adapun jaminan yang akan dijual yakni sejumlah 1.200 unit armada yang dimiliki perusahaan bersandi saham TAXI tersebut.

    Megawati tidak menjelaskan secara terperinci nominal dari 1.200 unit armada yang akan dijual tersebut. Namun dia menegaskan bahwa saat ini TAXI masih memiliki tanggungan utang kepada pihak BCA.

    “Masih belum (lunas), masih ada (utang), jadi masih ada penjualan unit, ada 1.200 kendaraan,” katanya.

    Sebelumnya, TAXI melalui anak usahanya menyerahkan agunan tanah senilai Rp 43,44 miliar untuk melunasi sebagian utang bank Grup Express kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

    Corporate Secretary Express Transindo Utama Megawati Affan menyampaikan, pada 23 Januari 2019 perusahaan menyerahkan agunan tanah kepada BCA. PT Express Jakarta Jaya (EJJ), anak usaha TAXI dengan kepemilikan saham 99,99 persen, telah menandatangani Akta Jual Beli (AJB).

    “AJB itu mencakup penyerahan dua bidang tanah di Karawaci, Banten, senilai Rp43,33 miliar kepada BCA. Berupa aset tanah kosong,” katanya 25 Januari 2019.

    Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada BCA. Tujuan penjualan tanah ini adalah melunasi sebagian utang TAXI kepada BCA yang telah jatuh tempo.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.