PLN Akan Terbitkan Komodo Bond di Semester I 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengunjungi pusat pembangkit listrik Kota Palu yang ruask akibat gempa, Senin, 1 Oktober 2018. ANTARA

    Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengunjungi pusat pembangkit listrik Kota Palu yang ruask akibat gempa, Senin, 1 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sedang mempersiapkan penerbitan komodo bond atau obligasi global berdenominasi rupiah untuk mendanai kebutuhan investasi perseroan. 

    Simak: Perlambatan Ekonomi Tekan Penjualan Listrik PLN Tahun 2018

    Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana menerbitkan komodo bond. Dana yang dihimpun rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan.

    “Belum ada jumlah pokoknya baru dikaji, rencananya penerbitan semester I/2019,” ujarnya di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

    Edwin mengatakan PLN masih membutuhkan berbagai sumber pendanaan untuk memenuhi kebutuhan investasi. Oleh karena itu, komodo bond menjadi salah satu instrumen alternatif.

    “PLN itu investasi target setahun sampai Rp100 triliun jadi masih butuh dana,” paparnya.

    Sebagai catatan, PLN menerbitkan global bond senilai kurang lebih US$1,5 miliar pada 2018. Secara detail, US$500 juta dengan tenor 10 tahun 3 bulan, US$500 juta dengan tenor 30 tahun 3 bulan, dan 500 juta euro dengan tenor 7 tahun.

    Sebelumnya PLN telah menerbitkan obligasi global dengan jumlah pokok US$2 miliar di Singapore Stock Exchange (SGX). Korporasi setrum milik negara itu mengemisi obligasi global dalam dua tenor yakni 10 tahun dengan kupon 5,45 persen dan 30 tahun dengan kupon 6,15 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.