JK Tak Sepakat Tarif Jalan Tol Disebut Sangat Mahal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri rapat konsolidasi nasional Jenggala Center di JS Luwansa, Jakarta, Ahad, 3 Februari 2019. Tempo/Vindry Florentin

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri rapat konsolidasi nasional Jenggala Center di JS Luwansa, Jakarta, Ahad, 3 Februari 2019. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menilai tinggi rendahnya tarif jalan tol telah disesuaikan dengan investasi dan jangka konsesi yang diberikan. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla  menuturkan tarif tol di negara tetangga seperti Malaysia juga mahal. 

    BACA: Cikal Bakal Pembangunan Tol Trans Jawa Sudah Dimulai Sejak 1978

    Untuk itu penyebutan tarif tol di Indonesia sangat mahal tidak tepat. "Kalau baru memang agak mahal," kata Jusuf Kalla di Markas Besar PMI Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

    Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum PMI ini mencontohkan saat ini tarif tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) malah menjadi yang termurah di dunia. Demikian juga untuk tarif tol ke Bandung yang memang dibangun puluhan tahun lalu.

    "Jadi tergantung kapannya investasi. Jagorawi itu termurah di dunia," kata Jusuf Kalla.

    Sebelumnya, Suhendra Ratu Prawiranegara, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi,  mengungkap tarif tol tarif tol di Indonesia merupakan tarif tol termahal di Asia Tenggara.

    Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum 2005-2009 ini merinci rata-rata tarif jalan tol di Indonesia berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500 per kilometer.

    Sementara itu, di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp778/km, Malaysia Rp492/km, Thailand dalam kisaran Rp440/km, Vietnam dalam kisaran Rp1.200/km, dan Filipina Rp1.050/km.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.