PUPR Kembangkan Percontohan Hunian Subkomunal di Surakarta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan rumah tahan gempa RISHA. eproduklitbang.pu.go.id

    Pembangunan rumah tahan gempa RISHA. eproduklitbang.pu.go.id

    TEMPO.CO, Solo - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan proyek percontohan atau purwarupa hunian subkomunal rumah instan sederhana sehat (risha) di Kelurahan Semanggi, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

    Baca juga: PUPR Segera Realisasikan Hunian Tetap Korban Tsunami Selat Sunda

    "Di sini kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta membangun purwarupa model hunian subkomunal sebagai bagian dari penataan Kawasan Kumuh Semanggi," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR Arief Sabaruddin di sela kegiatan peresmian itu di Solo, Jumat, 8 Februari 2019.

    Ia mengatakan pembangunan purwarupa tersebut merupakan bentuk pengembangan model penanganan kawasan kumuh berbasis kemitraan dengan menerapkan teknologi perumahan pemukiman di Kawasan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.

    Menurut dia, model hunian subkomunal merupakan sistem penyediaan kelompok hunian vertikal dua lantai tipe 36+ dengan total hunian yang dikelompokkan secara komunal kecil menjadi subkomunal A, B, dan C.

    "Pembangunan hunian ini menggunakan teknologi risha dan dilengkapi dengan teknologi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah, red), kolam sanita, teknologi biodigester, dan sumur resapan," katanya.

    Selain sebagai hunian transit, katanya, model purwarupa berfungsi sebagai laboratorium lapangan pelaksanaan inovasi dalam pengembangan teknologi perumahan dan pemukiman, khususnya dalam mendukung penataan kawasan kumuh.

    Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan 56 unit hunian tersebut untuk keluarga yang terdampak penataan bantaran Sungai Bengawan Solo.

    Ia berharap, para penghuni bisa menjaga hunian agar dampak positifnya bisa terus dirasakan. Selain itu, diharapkan pemanfaatan fasilitas dapat terus dioptimalkan agar masyarakat makin betah tinggal di hunian tersebut.

    "Seperti penambahan fasilitas jemuran komunal sehingga penataan kawasan makin bersih dan rapi," katanya.

    Menurut Arief, PUPR berharap rumah singgah teknologi risha dengan sistem sewa itu dapat dikembangkan di kawasan permukiman kumuh lainnya di Kota Solo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa