Tarif Mahal, Asosiasi Truk Tak Gunakan Tol Trans Jawa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mengamati peta jalan tol disela peresmian ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mengamati peta jalan tol disela peresmian ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) enggan menggunakan tol Trans Jawa lantaran tarif yang mahal untuk pengendara truk. Meski jarak tempuh yang ditawarkan oleh Trans Jawa bisa memotong separuh waktu perjalanan.

    Simak: Tarif Tol Trans Jawa Disebut Mahal, Apa Kata Jasa Marga?

    Wakil Ketua Aptrindo, Kyatmaja Lookman menilai jika tarif tol yang mencapai Rp 1,5 juta belum bersahabat untuk para pengemudi truk. "Sampai saat ini kami belum menggunakan Tol Trans Jawa," ujar Kyatmaja saat dihubungi, Jumat 8 Januari 2018.

    Kyatmaja mengatakan, meski tol Trans Jawa bisa memangkas waktu tempuh separuh perjalanan, hal tersebut bisa mempengaruh terhadap proses jasa antar barang dengan truk.

    Menurut Kyatmaja, dalam jasa antar barang komposisi waktu lebih banyak habis untuk masa muat-bongkar barang yaitu 60 persen. Sedangkan untuk masa di perjalanan hanya 40 persen. 

    "Masa perjalanan itu hanya 40 persen dari waktu yang dibutuhkan dalam jasa antar barang, jadi dampak tol Trans Jawa itu hanya sampai 20 persen, Ngapain keluarkan uang sampai Rp 1 juta lebih kalau pengaruhnya hanya 20 persen," katanya.

    Selain itu, kata Kyatmaja para pengemudi truk Aptrindo hingga saat ini masih tetap menggunakan Jalur Pantura, meski harus menempuh perjalan lebih lama. 

    Menurut dia, sejak Tol Trans Jawa dibuka banyak jalur Pantura semakin lancar karena kendaraan pribada banyak yang sebelumnya lewat jalur Pantura beralih ke Tol Trans Jawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.