Anak Perusahaan BUMN Ini Jual 6 Ruas Jalan Tol, Berminat?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu 22 Desember. ANTARA

    Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu 22 Desember. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Waskita Toll Road yang merupakan anak usaha BUMN Waskita Karya membidik perolehan dana lebih dari Rp10 triliun melalui divestasi enam ruas jalan tol sepanjang 2019. Dana segar dari penjualan kepemilikan saham di enam ruas tol bakal menjadi modal perusahaan untuk pengembangan ruas tol baru dan ruas yang masih dalam konstruksi.

    Baca: Bangun Jalan Tol via Utang, Jasa Marga: Pertanda Investor Percaya

    Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan bahwa divestasi ruas tol tahun ini merupakan lanjutan dari proses serupa yang ditempuh pada 2018. Tahun lalu, perusahaan melakukan divestasi 70 persen saham PT Waskita Transjawa Toll Road ke Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Mandiri Infrastruktur Ekuitas Transjawa senilai Rp5 triliun.

    Selain itu, Waskita juga melakukan berbagai penjajakan dengan calon investor untuk melepas kepemilikan saham di ruas Bekasi—Cawang—Kampung Melayu dan Kayu Agung—Palembang—Betung. Hingga penghujung 2018, penjajakan berakhir tanpa kesepakatan.

    "Tahun ini menjadi tahun divestasi. Tahun lalu, kami sudah tes pasar untuk mengetahui karakter yang mau membeli tol seperti apa," ujarnya, Kamis, 7 Februari 2019.

    Herwidiakto menerangkan bahwa perusahaan akan menawarkan enam ruas tol kepada investor, baik yang sudah beroperasi penuh maupun beroperasi sebagian. Namun, jumlah ruas yang ditawarkan bisa berubah, bergantung pada perkembangan proses divestasi.

    Dia menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan calon investor mengakuisisi lebih dari satu ruas. Ruas-ruas tol yang ditawarkan yakni Pejagan—Pemalang, Kanci—Pejagan, dan Pasuruan—Probolinggo. Ketiga ruas ini berada di bawah entitas PT Waskita Transjawa Toll Road yang sahamnya masih dimiliki perusahaan sebesar 30 persen.

    Anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk. itu juga berniat melego ruas Bekasi—Cawang—Kampung Melayu yang 99,56 persen dimiliki Waskita Toll Road. Di samping melepas saham dalam porsi mayoritas, perusahaan juga berniat menjual kepemilikan saham minoritas di dua ruas, yaitu Solo—Ngawi, dan Batang—Semarang. Waskita memiliki 40 persen saham di kedua ruas tersebut.

    Secara keseluruhan, saat ini Waskita memiliki konsesi sepanjang 1.015 kilometer melalui 18 entitas badan usaha jalan tol. Dari jumlah tersebut, ruas jalan tol sepanjang 468 kilometer sudah beroperasi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.