Skandal Orang Terkaya Jeff Bezos, Setelah Selingkuh Kini Diperas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeff Bezos, 54 tahun, merupakan CEO Amazon, produsen pesawat terbang dan pemilik salah satu media ternama di Amerika, menjadi orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes dengan total kekayaan 112 miliar Dollar AS. REUTERS

    Jeff Bezos, 54 tahun, merupakan CEO Amazon, produsen pesawat terbang dan pemilik salah satu media ternama di Amerika, menjadi orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes dengan total kekayaan 112 miliar Dollar AS. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang terkaya sedunia versi Bloomberg Billionaires Index 2019, Jeff Bezos membuat pengumuman yang mengejutkan. Bos Amazon ini mengaku diperas oleh sebuah perusahaan media.

    Baca: Bos Amazon Jadi Orang Terkaya Sejagat, Hartanya Hampir Rp 2.000 T

    Dalam blog-nya, yang diunggah pada Kamis, 7 Februari 2019 waktu Amerika Serikat, Bezos mengungkapkan dia diperas oleh American Media Inc (AMI) yang mengancam akan mempublikasikan foto-foto serta pesan singkat antara dirinya dengan Lauren Sanchez. AMI adalah induk dari tabloid National Enquirer, sedangkan Sanchez disebut-sebut sebagai kekasih Bezos.

    Bulan lalu, Bezos dan istrinya, MacKenzie, mengumumkan perceraian mereka setelah menikah selama 25 tahun. Reuters melansir bahwa pada hari yang sama dengan pengumuman perceraian itu, National Enquirer menyatakan akan merilis pesan teks pribadi antara Bezos dan Sanchez.

    Bezos mengatakan setelah pesan pribadinya ditayangkan oleh National Enquirer, dia langsung menyewa jasa penyelidik pribadi untuk mengetahui bagaimana pesan-pesan tersebut bisa diperoleh oleh tabloid itu dan apa motif di baliknya.

    Bezos menyewa jasa Gavin de Becker, ahli keamanan publik dan mantan staf Presiden AS Ronald Reagan. De Becker kemudian menyampaikan ke media bahwa kebocoran itu dilandasi motif politik, yang menurut Bezos, melibatkan AMI.

    "Dalam surat dari AMI yang saya publikasikan, Anda akan melihat detail proposal pemerasan mereka. Mereka akan mempublikasikan foto pribadi tersebut kecuali Gavin de Becker dan saya membuat pernyataan palsu kepada media bahwa kami tidak memiliki pengetahuan atau dasar apapun untuk mengindikasikan bahwa peliputan AMI memiliki motif politik atau dipengaruhi oleh pergerakan politik tertentu," jelas Bezos.

    Namun, alih-alih tunduk pada permintaan itu, dia memilih mempublikasikan sejumlah surat elektronik dari pihak AMI yang menunjukkan adanya pemerasan.

    Selain itu, orang terkaya di dunia ini juga mengindikasikan bahwa pemerasan yang diterimanya memiliki kaitan dengan kepemilikannya di Washington Post. Menurut Bezos, dengan berbagai peliputan yang dilakukan oleh salah satu surat kabar terbesar AS itu, tak terelakkan jika ada pihak-pihak yang merasa terganggu dan turut menjadikan Bezos sebagai musuh.

    Bezos menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai salah satunya. Bezos memaparkan bahwa Trump tak menyukainya Washington Post, yang dapat dilihat dari berbagai cuitannya. Terkait hal ini, AMI belum memberikan komentarnya.

    Nama Jeff Bezos kembali masih dalam daftar orang terkaya Bloomberg baru-baru ini. Ia menempati posisi nomor wahid dengan kekayaan sebesar US$ 142 miliar atau setara Rp 1.988 triliun dengan kurs Rp 14.000 per dolar AS. Selain sukses membesarkan Amazon, Bezos juga baru saja menginvestasikan uangnya di Google, AirBnB dan Business Insider.

    Kekayaan Jeff Bezos , pengusaha 54 tahun asal Amerika Serikat ini masih bersumber dari Amazon. Toko ritel online tersebut dikabarkan membukukan pendapatan sekitar US$ 178 miliar pada 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.