Jasa Marga: Tol Trans Jawa Bisa Buat Potensi Pendapatan Melonjak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meninjau ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. Peresmian tujuh ruas jalan tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo menandai terhubungnya Tol Merak hingga Surabaya. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meninjau ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. Peresmian tujuh ruas jalan tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo menandai terhubungnya Tol Merak hingga Surabaya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Head of Corporate Finance PT Jasa Marga (Persero) Tbk Eka Setya Adrianto memastikan bahwa perhitungan tarif di ruas Tol Trans Jawa telah dilakukan berdasarkan kajian yang matang. Berbagai aspek dihitung dalam tarif tol, mulai dari kemampuan konsumen membayar hingga keseimbangan harga antara pengguna jalan dan investor.

    Baca: BI Sebut Tol Trans Jawa Bisa Tingkatkan Sektor Pariwisata

    "Jadikan itu pilihan kalau mereka merasa mahal lewat luar kalau merasa advantage lewat dalam," kata Eka saat ditemui dalam diskusi di Menara BCA, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Februari 2019.

    Bagi Jasa Marga, kata Eka, Tol Trans Jawa mampu memangkas waktu perjalanan dengan sangat signifikan sehingga potensi pendapatan bisa menjadi dua kali lipat. Sebab, kendaraan bisa bolak balik dengan lebih cepat sehingga dinilai bisa menyeimbangkan biaya yang dikeluarkan.

    "Jadi kalau hidup itu jangan mikirin reduce cost terus, tapi how to increase the revenue and then net income-nya naik," ucap Eka.

    Eka mengatakan bahwa waktu tempuh dari Merak ke Pasuruan sebelumnya bisa mencapai 21 jam 38 menit untuk kendaraan pribadi dan 28 jam 3 menit untuk kendaraan barang. Tapi dengan adanya Tol Trans Jawa, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi hanya 11 jam 42 menit dan 15 jam 38 menit.

    "Teman-teman sedang mengkaji, tapi kami menerima masukkan dari pengguna jalan. Kami jadikan itu catatan," kata Eka.

    Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pihak menyampaikan keluhan akan mahalnya tarif Tol Trans Jawa sehingga membuat mereka beralih ke jalur lama yaitu jalur Pantai Utara Jawa alias Pantura. Keluhan itu telah disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. "Salah satunya tarif tol yg tinggi, kemudian biaya kargo pesawat yang naik."

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Nofrisel, mengatakan pihaknya merasakan implikasi biaya akibat tarif tol ini. Jika semula hanya mengeluarkan ongkos Rp 500 ribu, kata dia, kini pengusaha harus mengeluarkan biaya Rp 1 juta ketika harus lewat tol. "Belum refill fuel, dan sopir yang bolak balik." Untuk itu, Nofrisel meminta tarif Tol Trans Jawa ditinjau kembali.

    Baca: Tarif 6 Ruas Tol Trans Jawa Ditetapkan, Ada Diskon Jarak Jauh

    Sebelumnya, pemerintah bersama operator, salah satunya Jasa Marga, telah menetapkan tarif Tol Trans Jawa dari Merak, Banten hingga Pasuruan, Jawa Timur. Sebagai contoh, kendaraan golongan I dikenai tarif total Rp 775.500 untuk jarak terjauh dari Merak hingga Pasuruan. Sementara tarif tol dari Jakarta ke Surabaya yaitu sebesar Rp 660.500.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.