Jokowi Tantang Prabowo Lapor KPK Soal Anggaran Bocor Rp 500 T

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA

    Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pihak yang menduga adanya "anggaran negara bocor" hingga Rp500 triliun melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

    Baca juga: Saat Alumni Pangudi Luhur Sebut Jokowi Lelaki Sejati

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan pernyataan bahwa ada anggaran bocor hingga 25 persen dari APBN atau sekitar Rp 500 triliun. Pernyataan Prabowo itu disampaikan dalam suatu acara pada Rabu, 6 Februari 2019.

    "Kalau memang bocor sampai 25 persen laporin saja ke KPK. Duit gede banget itu," kata Presiden Jokowi ketika diminta tanggapan soal pernyataan Prabowo itu, Kamis, 7 Februari 2019.

    Jokowi yang juga mencalonkan diri sebagai Calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2019 mengingatkan pernyataan Prabowo pada 2014 mengenai anggaran bocor hingga Rp 7.200 triliun. Pada 2014, Prabowo juga melontarkan pernyataan mengenai anggaran bocor dalam debat menghadapi Jokowi.

    Jokowi meminta dugaan itu dilaporkan ke KPK dengan membawa bukti. "Laporin ke KPK dengan bawa bukti-bukti dan bawa fakta-fakta," kata Jokowi usai menghadiri acara Perayaan Imlek Nasional 2019 di Jakarta International Expo, Jakarta.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.