Kurs Jisdor Rupiah Hari Ini Melemah ke 13.978 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menghitung rupiah di VIP kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. Kurs rupiah menguat ke posisi Rp 13.947 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menghitung rupiah di VIP kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. Kurs rupiah menguat ke posisi Rp 13.947 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah melemah ke posisi Rp 13.978 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis, 7 Februari 2019.

    Baca juga: Kurs Jisdor Rupiah Hari Ini Menguat ke 13.947 per Dolar AS

    Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp 13.978 per dolar AS, melemah 31 poin atau 0,22 persen dari posisi Rp13.947 pada Rabu.

    Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pada Kamis, akan bergerak menguat ditopang sentimen positif baik dari eksternal maupun internal.

    "Faktor positif dari dalam dan luar negeri akan mendorong penguatan rupiah," ujar Ahmad di Jakarta, Kamis.

    Dari eksternal, dolar diperkirakan melemah terhadap mata uang kuat utama dunia lainya. Pelemahan dolar tersebut didorong oleh katalis positif dari perundingan perdagangan AS-Cina. Hal tersebut diperlihatkan dari pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang akan bertolak ke Cina untuk bernegosiasi membahas kesepakatan perjanjian perdagangan antara AS dan Cina sebelum gencatan senjata dalam masalah perang dagang antara AS-Cina berakhir di Maret.

    Dari dalam negeri, rupiah diperkirakan melanjutkan penguatan hari ini didorong sentimen positif data pertumbuhan ekonomi triwulan keempat yang tumbuh sebesar 5,18 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan ketiga sebesar 5,17 persen (yoy). Secara keseluruhan ekonomi Indonesia pada 2018 tumbuh 5,17 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 sebesar 5,07 persen (yoy).

    "Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp13.900 per dolar AS sampai Rp 13.950 per dolar AS," kata Ahmad.

    ANTARA | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.