Waskita Beton Targetkan Kontrak Baru Rp 10,39 T Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile)  di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile) di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk. atau WSBP menargetkan kontrak baru sebesar Rp 10,39 triliun pada 2019. Selain menargetkan kontrak baru, perusahaan menargetkan laba perusahaan naik 19 persen tahun ini.

    Baca juga: Waskita Beton Bangun Lima Pabrik dengan Dana IPO

    “Tahun ini perseroan menargetkan laba naik sekitar 19 persen dibandingkan 2018. Perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp 10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal,” kata Direktur Utama Waskita Beton Jarot Subana dalam keterangan tertulis di Jakarta yang diterima Tempo, Kamis 7 Februari 2019.

    Dalam keterangan itu, perusahaan menjelaskan kinerja pertumbuhan WSBP masih ditopang pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang masih berlanjut tahun ini. Adapun produk yang dihasilkan WSBP adalah beton pracetak (precast) dan beton cair (ready mix).

    Jarot melanjutkan dengan kondisi itu WSBP optimistis akan tetap mempertahankan kinerjanya, baik dari sisi pendapatan usaha, laba, dan nilai kontrak baru. Perseroan optimistis pendapatan 2019 bakal mencapai Rp 9,37 triliun dan laba bersih Rp 1,31 triliun. Adapun anggaran belanja modal (capital expenditure) tahun ini sebesar Rp 922,96 miliar.

    Pada akhir 2018, anak usaha PT Waskita Karya Tbk ini telah menerima pembayaran sebesar Rp 1,8 triliun dari proyek turnkey jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) dan proyek lainnya. Dengan pembayaran itu WSBP membukukan arus kas operasional positif sekitar Rp 1,4 triliun pada akhir 2018. Angka ini membaik jika dibandingkan 2017 yang minus Rp 2,4 triliun dan 2016 yang minus Rp 3 triliun.

    Direktur Keuangan Waskita Beton Anton YT Nugroho mengatakan penerimaan yang masuk sampai November sebesar Rp 9,6 triliun. Pada akhir 2018 juga menerima kembali pembayaran dari proyek lain senilai Rp 1,8 triliun.

    "Jadi, totalnya sekitar Rp 11,4 triliun. Karena itu, pada 2018, arus kas dari operasional perusahaan surplus," kata Anton.

    Sementara itu, hingga akhir 2018 kapasitas produksi WSBP mencapai 3,5 juta ton atau meningkat 7,7 persen dibandingkan 2017 yang hanya 3,25 juta ton. Kapasitas tahun lalu juga telah meningkat 32 persen dibandingkan 2016 yang sebanyak 2,65 juta ton.

    Tahun lalu, nilai kontrak baru WSBP mencapai Rp 6,66 triliun. Adapun total kontrak yang dikelola (order book) senilai Rp 17,34 triliun, termasuk kontrak bawaan (carry over) tahun 2017 sebesar Rp 10,68 triliun.

    Adapun, pendapatan perseroan hingga kuartal III-2018 sebesar Rp 5,43 triliun, naik 8,3 persen dibandingkan periode 2017 yang sebesar Rp 5,01 triliun. Laba bersih naik 7,2 persen menjadi Rp 885 miliar dari Rp 825 miliar. Sedangkan gearing ratio per kuartal III-2018 sebesar 75,4 persen, gross margin 28,7 persen, dan net profit margin 16,3 persen.

    Saat ini, Waskita Beton memiliki 11 plant yang tersebar di sejumlah daerah, yaitu Cibitung, Palembang, Karawang, Subang, Sadang, Sidoarjo, Kalijati, Bojonegara, Klaten, Gasing, dan Legundi. Perseroan juga memiliki 72 batching plant.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.