Alasan Garuda Indonesia Naikkan Tarif Kargo Udara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ari Askhara saat menunjukkan contoh layanan virtual reality di atas kabin di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 26 Januari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ari Askhara saat menunjukkan contoh layanan virtual reality di atas kabin di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 26 Januari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia mengklaim kenaikan tarif kargo udara sebagai bentuk penyesuaian perubahan pasar jasa pengiriman yang saat ini telah menjadi berbasis e-commerce.

    Baca juga: Tarif Pengiriman J&T Naik Sejak Desember

    Direktur Utama Garuda Indonesia Group IGN Askhara Danadiputra mengatakan sebelumnya begitu banyak middle business/broker yang membentuk harga pengiriman kargo, tetapi berubah menjadi pelanggan biasa yang memilih langsung jasa pengiriman sesuai dengan layanan yang dikehendaki. "Ini dilakukan untuk menyelaraskan kembali bisnis logistik di Indonesia," kata pria yang akrab disapa Ari Askhara, Rabu, 6 Februari 2019.

    Ari menyebut kenaikan harga juga dilakukan sejalan dengan biaya operasional penerbangan yang terus meningkat terutama dipengaruhi biaya avtur dan sewa pesawat.

    Usaha kargo adalah pendapatan terbesar kedua bagi maskapai setelah pemasukan dari penjualan tiket. Garuda menegaskan pasca kenaikan, tarif kargo untuk rute domestik Garuda masih lebih murah dibandingkan tarif internasional.

    Misalnya, tarif kargo umum dari Bandara Seoul ke Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 17.029 per kg per jam penerbangan, sedangkan tarif sebaliknya lebih rendah 48 persen atau hanya Rp 11.500 per kg per jam penerbangan.

    Ari juga mencontohkan rute lain seperti pengiriman dari Bandara Hong Kong ke Bandara Soekarno-Hatta yang sebesar Rp 13.328 per kg per jam penerbangan. Sementara, tarif sebaliknya lebih rendah 27% menjadi hanya Rp 10.500 per kg per jam penerbangan.

    Selain itu, imbuhnya, tarif dari Bandara Hongqiao Shanghai ke Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp13.642 per kg per jam penerbangan. Adapun, tarif sebaliknya hanya Rp 9.400 per kg per jam penerbangan atau 45 persen lebih rendah.

    Mantan Dirut Pelindo III ini menyebut penyesuaian tarif kargo ini tidak serta merta diterapkan merata untuk seluruh komoditas. 

    "Kami memberikan harga lebih terjangkau untuk komoditas hasil laut tujuan internasional dari Timur Indonesia sesuai dengan visi dan misi pemerintah untuk peningkatan ekspor," ujar Dirut Garuda Indonesia tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.