Mendag Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2018 Diapresiasi Negara Lain

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan gerai Lumine pertama di Indonesia, Mall Plaza Indonesia, Jumat, 7 Desember 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan gerai Lumine pertama di Indonesia, Mall Plaza Indonesia, Jumat, 7 Desember 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 akan diapresiasi negara lain. Sebab, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,18 persen, meski kondisi global tidak menentu.

    Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 2018 Terbaik Sejak 2014

    "Pertumbuhan ekonomi, growth di tengah ketidakpastian dengan growth 5,18 persen di kuartal IV, yang pasti mendapatkan apresiasi dari berbagai negara mitra yang lain," kata Enggartiasto di gedung Mayora, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.

    Dia mencontohkan ketika dalam proses melakukan pembicaraan dagang dengan negara lain, Indonesia selalu mendapatkan apresiasi dari sisi pertumbuhan ekonomi.

    Hari ini Badan Pusat Statistik merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan pada 2018 adalah sebesar 5,17 persen. Pertumbuhan tersebut merupakan yang terbaik sejak 2014.

    Enggartiasto mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi berbagai lembaga, menurun. Hal itu, kata dia juga akan terjadi pada tahun ini.

    "Tapi kami yakin dan dalam pertemuan-pertemuan, kami juga meyakini dengan  berbagai parameter yang ada, dengan berbagai growth yang ada, maka kami bisa mencapai apa yang sudah menjadi target yang sudah disampaikan oleh presiden dan juga dalam APBN," ujar Enggartiasto.

    Dia yakin target pertumbuhan ekonomi 2019 bisa terwujud dengan menekankan pada peningkatan investasi dan ekspor. "Ini yang menjadi tumpuan sehingga kami mempunyai keyakinan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.