Ke Sopir Angkot, Menhub: Pakaian Bersih, Jangan Kebut-kebutan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara nongkrong bareng dengan supir angkot Ciledug-Kebayoran, di Kota Tangerang, Banten pada Sabtu sore, 26 Januari 2019. Dalam acara itu Budi Karya memberikan imbuan keselamatan di jalan dan juga mendegar keluhan supir angkot. TEMPO/Dias Prasongko

    Menteri Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara nongkrong bareng dengan supir angkot Ciledug-Kebayoran, di Kota Tangerang, Banten pada Sabtu sore, 26 Januari 2019. Dalam acara itu Budi Karya memberikan imbuan keselamatan di jalan dan juga mendegar keluhan supir angkot. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan terus kampanyekan keselamatan berkendara baik motor maupun mobil. Kali ini, Kemenhub menyambangi para sopir angkot di Surabaya untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga keselamatan dalam mengemudi.

    Baca juga: Menhub Minta Lion Air Beri Diskon untuk Bagasi Berbayar

    “Jangan kebut-kebutan di jalan dan senantiasa menjaga kebersihan berpakaian dan kendaraan sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada pengguna jasa,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Februari 2019.

    Dia menyampaikan hal itu saat mensosialisasikan Safety Driving bersama Anggota Komunitas Supir Angkot di Terminal Purabaya Bungurasih, Surabaya.

    Sebelum bertemu dengan para sopir angkot dan Bus di Terminal Purabaya, Budi terlebih menaiki angkot dari Jatim Expo menuju ke Terminal Purabaya sambil berdialog dengan sopir angkot.

    Dalam perbincangan tersebut, sopir angkot bernama Yusuf mengungkapkan pendapatannya sebagai supir angkot mengalami penurunan karena bersaing dengan berbagai angkutan umum lainnya khususnya angkutan online.

    Lebih lanjut Budi mengatakan saat ini hampir semua profesi mengalami disruption economy, tak terkecuali supir angkutan perkotaan. Oleh karena itu, kata dia, para supir angkot hendaknya dapat berkompetisi dengan angkutan massal lainnya dengan menjaga kebersihan kendaraan, kerapihan pengemudi dan keselamatan mengemudi dalam berkendara.

    "Secara makro semua profesi mengalami persaingan namanya disruption economy karenanya memang harus dipikirkan bagaimana angkot merespon persaingan dengan angkutan lain. Tadi saya berbicara keselamatan berkaitan competitiveness. Saya yakin mereka punya semangat untuk bersaing," ujar Budi.

    Di terminal Purabaya, Budi Karya bersama Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengkampanyekan keselamatan berkendara kepada sekitar 100 orang pengemudi angkot dan bus. Budi Karya dan Budi Setiyadi menghibur para sopir angkot dengan bernyanyi bersama diiringi oleh band yang anggotanya berprofesi sebagai pengamen. Selain itu, mereka juga membagikan helm kepada para peserta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.