Sandiaga Berjanji Harga BBM Tak Bakal Sakiti Rakyat Jika Terpilih

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (kedua dari kanan) datang melayat pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja di rumah duka Sentosa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Ahad, 27 Januari 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (kedua dari kanan) datang melayat pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja di rumah duka Sentosa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Ahad, 27 Januari 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berjanji jika dirinya dan Prabowo Subianto terpilih dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan menyakiti masyarakat berpenghasilan rendah.

    Baca: Sandiaga Janji Turunkan Ongkos Naik Haji, Begini Caranya

    "Kami ingin memastikan bahwa harga BBM tidak akan menyakiti masyarakat berpendapatan rendah. Kami ingin pastikan bahwa seluruh kenaikan harga, bukan saja BBM tetapi seluruhnya kami akan berikan bantuan," kata Sandiaga saat mengelar acara Foreign Media Briefing di Kantor BPN, Jakarta Selatan, Jumat 1 Februari 2019.

    Adapun menurut penilaian Sandiaga, dua isu besar yang sering dikeluhkan oleh masyarakat adalah jumlah pekerjaan dan harga-harga yang mahal. Terutama untuk harga pangan dan biaya hidup yang mahal, seperti listrik dan pendidikan.

    Sandiaga mengatakan harga BBM juga masuk dalam isu yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat tersebut.

    Sandiaga menyampaikan bahwa kepentingan rakyat kecil menjadi prioritas Prabowo dan Sandiaga. Sebab, kenaikan BBM pasti akan membuat ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah sulit. Karena itu, ia menjanjikan isu ini tidak akan menjadi beban bagi masyarakat.

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, mengatakan ia melihat beberapa masyarakat yang nyatanya tak bisa mengakses BBM, salah satunya di Sulawesi. Di Sulawesi, kata dia, masyarakat mengantre untuk mendapatkan BBM karena kesulitan mendapatkan akses. "Jadi itu harus berubah, dan kami akan melakukan hal ini," kata dia.

    Sandiaga juga menjajikan skema yang disiapkan mengenai kebijakan BBM juga tak akan memberatkan pengeluaran Pertamina. Ia menjanjikan bahwa Pertamina bakal mendapat kompensasi mengenai kebijakan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.