BI Sebut Tol Trans Jawa Bisa Tingkatkan Sektor Pariwisata

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengatur kendaraan memasuki pintu Tol Waru Gunung saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Surabaya, Jumat, 7 Desember 2018. Keempat tol tersebut adalah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Solo Ruas Salatiga-Kartasura, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Ruas Wilangan-Kertosono, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Pasuruan-Grati. ANTARA/Zabur Karuru

    Petugas mengatur kendaraan memasuki pintu Tol Waru Gunung saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Surabaya, Jumat, 7 Desember 2018. Keempat tol tersebut adalah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Solo Ruas Salatiga-Kartasura, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Ruas Wilangan-Kertosono, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Pasuruan-Grati. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Perwakilan Bank Indonesia atau BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah mengatakan pembangunan tol Trans Jawa dapat berdampak positif untuk meningkatkan sektor pariwisata seperti meningkatkan kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Jawa Timur seperti Gunung Bromo, Malang, dan Banyuwangi.

    BACA: Tarif 6 Ruas Tol Trans Jawa Ditetapkan, Ada Diskon Jarak Jauh

    "Dengan adanya tol, secara logika akan memperlancar konektifitas antar daerah di Pulau Jawa dan itu peluang untuk menggenjot sektor pariwisata di Jawa Timur," katanya dalam pelatihan jurnalis ekonomi se-Jawa Timur di Kabupaten Probolinggo, Kamis.

    Menurutnya, pihak BI akan melakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendatangkan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun nusantara ke Jawa Timur dengan berbagai cara seperti melakukan promosi dan mengembangkan infrastruktur.

    "Kami melihat bahwa Jawa Timur punya potensi besar untuk pariwisata yakni ada di Banyuwangi, daerah Bromo Tengger Semeru dan tentunya juga tempat yang lain seperti Malang, Batu dan Surabaya," tuturnya.

    BACA: Ada Diskon di Pemberlakuan Tarif 3 Tol Trans Jawa di Jawa Tengah

    Ia menjelaskan pengembangan infrastruktur juga sangat penting untuk mendongkrak sektor pariwisata karena dengan meningkatnya konektivitas di Pulau Jawa, maka perpindahan orang dan barang akan semakin cepat, sehingga masyarakat di Jawa Timur harus siap menghadapi konektivitas jalan tol Trans Jawa.

    "Dengan konektivitas yang meningkat, maka semakin banyak orang yang berkunjung ke Jawa Timur. Misalnya perjalanan Solo-Surabaya atau Yogyakarta-Surabaya dengan jarak tempuh yang singkat melalui tol dapat meningkatkan kunjungan ke Jatim dan mereka akan belanja, sehingga berdampak pada sektor perekonomian juga," katanya.

    Selain itu, lanjut dia, sektor industri jasa pariwisata, kuliner, hasil kerajinan tangan untuk souvenir, dan UMKM juga harus mendukung sektor pariwisata di Jawa Timur, sehingga pemasaran produk lokal yang bagus di masing-masing daerah wisata juga sangat diperlukan.

    "Yang paling penting juga bagaimana wisatawan yang datang berkunjung ke objek wisata itu merasa nyaman, sehingga ketika mereka merasa nyaman, maka wistawan akan datang kembali," ujarnya.

    Beberapa objek wisata Jawa Timur yang sering dikunjungi wisatawan di antaranya Gunung Bromo, beberapa objek wisata di Kota/Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Banyuwangi, dan Kota Surabaya.

    Sementara itu, pemerintah dan Bank Indonesia berusaha memperkecil "current account deficit" (CAD) dengan salah satu cara tercepat dan termurah yakni menggenjot devisa dari sektor pariwisata, sehingga menyepakati sembilan strategi untuk dorong pariwisata jadi penyumbang devisa utama.

    Baca berita tentang Tol Trans Jawa lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Suara Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum mencatat pasangan Jokowi - Ma'ruf menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo - Sandiaga unggul di 13 provinsi saat Pilpres 2019.