Luhut Pastikan Utang Pemerintah Digunakan untuk Kegiatan Produktif

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa penggunaan kebijakan utang oleh pemerintah Indonesia bukan hal yang sembarang. Ia memastikan utang digunakan pemerintah untuk kepentingan pembiayaan ekonomi yang produktif.

    BACA: Luhut: Yang Bilang Menteri Utang, Neneknya Menteri Utang

    "Kalau anda lihat ini sekarang, dibandingkan jaman lalu angkanya jauh berbeda. Jadi kalau anda bicara utang, utang pemerintah itu adalah utang yang produktif," kata Luhut saat menjadi pembicara dalam acara DBS Asian Insights Conference 2019 di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Kamis 31 Januari 2019.

    Dalam pidatonya tersebut, Luhut memang beberapa kali sempat menyinggung mengenai utang pemerintah. Dia menjelaskan, alasan pemerintah berutang karena penerimaan negara belum cukup untuk membiayai keseluruhan total pembiayaan negara yang telah mencapai lebih dari Rp 1000 trilun selama satu tahun.

    BACA: Lagi, Soal Sri Mulyani dan Utang

    Luhut mencontohkan, salah satu program pembangunan yang menggunakan instrumen utang adalah pembangunan infrastruktur transportasi seperti Light Rail Transit atau LRT. Selain itu, Luhut juga mengatakan jumlah utang pemerintah Indonesia saat ini juga lebih sedikit jika dibandingkan pada masa-masa sebelumnya.

    Bahkan, secara rasio jumlah utang pemerintah Indonesia juga disebutkan masih berada di batas aman yakni dibawah 30 persen dibandingkan Produk Domestik Bruto atau PDB. "Kalau anda lihat angka utang ini sekarang, dibandingkan jaman lalu, angka itu beda jauh. Jadi kalau anda bicara utang, utang itu utang yang produktif," kata Luhut.

    Selain itu, Luhut juga sempat menyinggung pihak yang pernah menyebut soal kebijakan utang pemerintah Indonesia. Ia menyinggung tentang pihak yang sempat menyebut adanyan Menteri Utang dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Karena saya bagian dari pengambil kebijakan saya ngga akan biarkan Indonesia itu dimain-mainkan itu, dan kebetulan bos saya, kebetulan juga bu Sri Mulyani, mau apalagi? Jadi orang yang bilang menteri utang, neneknya menteri utang," kata Luhut yang kemudian diikuti gelak tawa dan tepuk tangan para hadirin dalam acara tersebut.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?