Menkeu Era SBY Angkat Bicara Soal Utang, Bandingkan dengan Yunani

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan M. Chatib Basri, resmikan penerbitan uang NKRI di Gedung BI, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Keuangan M. Chatib Basri, resmikan penerbitan uang NKRI di Gedung BI, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Keuangan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Chatib Basri ikut menanggapi soal polemik utang yang sedang disorot oleh kubu calon presiden Prabowo Subianto. Menurut Chatib Basri, hanya di Indonesia soal utang ditarik ke ranah politik pada masa kampanye pemilihan presiden.

    Baca: Prabowo Sebut Menkeu Pencetak Utang, Kemenkeu: Jangan Menyesatkan

    "Isu utang hanya dibahas di Indonesia, di negara lain tidak ada," kata Chatib yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Mandiri Institute itu di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Rabu 30 Januari 2019.

    Chatib Basri mencontohkan isu utang yang menjadi bahasan politik hanya terjadi di negara seperti Yunani. Sebab sebelumnya negara itu sempat mengalami krisis keuangan atau bahkan bangkrut.

    Menurut Chatib Basri, saat itu, isu utang menjadi bahasan politik karena Yunani sempat memiliki rasio utang sebesar lebih dari 100 persen dari Produk Domestik Brutonya. Sedangkan, di Indonesia rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto hanya mencapai 27 persen.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyinggung mengenai isu utang yang banyak dibahas saat kampanye Pilpres. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai instrumen fiskal seperti utang tax ratio.

    "Selama masa kampanye seperti sekarang, banyak yang masih bingung atau tak memahami apa itu instrumen fiskal. Mereka seringkali menempatkan instrumen fiskal sebagai objectives dibandingkan sebagai instrumen atau alat," kata Sri Mulyani di Fairmont Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 30 Januari 2019.

    Menurut Sri Mulyani ketidaktahuan tersebut menyebabkan banyak orang sangat terobsesi dengan utang dan juga tax ratio. Padahal, kata dia, baik utang maupun tax ratio harus dilihat sebagai salah satu instrumen atau alat bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Belakangan isu mengenai kondisi utang pemerintah dan juga tax ratio menjadi fokus perhatian publik terutama menjelang pemilihan presiden (Pilpres). Salah satunya, isu utang dan tax ratio banyak diangkat oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

    "Utang menumpuk terus, kalau menurut saya jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang," kata Prabowo di acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia untuk Pemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Timur, Sabtu, 26 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.