Hari Ini Kurs Rupiah Jisdor Menguat ke 14.072 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah rupiah menyentuh posisi Rp14.072 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis, 31 Januari 2019.

    Baca juga: Hari Ini Kurs Rupiah Jisdor Melemah ke 14.112 per Dolar AS

    Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp 14.072 per dolar AS, menguat 40 poin atau 0,28 persen dari posisi Rp14.112 pada Rabu.

    Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 90 poin atau 0,63 persen ke level Rp 14.042 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.040-Rp 14.079 per dolar AS.

    Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka rebound dengan penguatan 91 poin atau 0,64 persen di posisi Rp 14.040 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan Rabu, nilai tukar rupiah ditutup melemah 37 poin atau 0,26 persen di posisi Rp 14.131 per dolar AS.

    Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,099 poin atau 0,1 persen ke level 95,241 pada pukul 10.39 WIB.

    Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,026 poin atau 0,03 persen ke level 95,366, setelah pada akhir perdagangan Rabu (30/1), indeks dolar AS ditutup melemah 0,481 poin atau 0,58 persen ke level 95,340.

    Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan dolar AS bergerak melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia lainya pasca ditahanya tingkat suku bunga Fed Fund Rate di level 2,25 persen-2,5 persen oleh The Fed tadi malam.

    “Dolar indeks diperkirakan bergerak di rentang 95.0-95.5. Pidato Powell yang menyatakan bahwa The Fed akan lebih bersabar dalam menaikan tingkat suku bunga tahun ini akibat outlook pertumbuhan ekonomi AS yang kurang bagus selain mendorong pelemahan dollar juga menekan yield US treasury yang turun 4 bps kemarin,” ungkapnya dalam riset, Kamis (31/1/2019).

    Ahmad mengatakan rupiah kemungkinan menguat hari ini pasca ditahannya tingkat suku bunga AS tersebut. Yield SUN yang cukup atraktif diperkirakan masih akan mendorong investasi portofolio asing masuk ke pasar obligasi dan memperkuat rupiah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.