Rini Soemarno Targetkan 6 Holding BUMN Rampung Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo (kanan), sedang menjelaskan produk BNI Syariah yang ditampilkan dalam digital banner kepada Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni (kiri belakang) dan Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri depan) di sela-sela kick off Islamic Nexgen Fest di Convention Hall Telkom University, Bandung, 27 Januari 2019.

    Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo (kanan), sedang menjelaskan produk BNI Syariah yang ditampilkan dalam digital banner kepada Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni (kiri belakang) dan Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri depan) di sela-sela kick off Islamic Nexgen Fest di Convention Hall Telkom University, Bandung, 27 Januari 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Rini Soemarno berambisi menyelesaikan holding BUMN di enam sektor pada 2019. Ia mengatakan, keenamnya adalah holding perumahan, infrastruktur, asuransi, keuangan, pelabuhan dan industri strategis.

    Baca juga: Rini Soemarno Terapkan 2 Strategi untuk Benahi Jiwasraya

    "Yang saya target terus terang holding infrastruktur dan perumahan pada Februari. Selanjutnya asuransi, keuangan, pelabuhan, sama industri strategis," kata Rini ditemui usai menjadi pembicara dalam Mandiri Investment Forum 2019, di Fairmont Hotel, Rabu 30 Januari 2019.

    Dari seluruh holding tersebut, ia memiliki targetkan penyelesaian yang berbeda-beda. Misalnya, untuk holding perbankan berharap pada Mei bisa terbentuk. Sedangkan holding industri strategis seperti PT Pindad, PT PAL yang membangun untuk kepentingan pertahanan nasional dipatok maksimal April.

    Kendati demikian, Rini menjelaskan pembentukan holding tersebut bukan perkara mudah. Dia berambisi enam holding tersebut bisa selesai tahun ini. Sebab, ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari pembentukan holding.

    "Tadi yang saya katakan, dibentuknya holding company itu selalu buat efisiensi dalam menurunkan cost karena tadi saya katakan seringkali jadi double cost," kata Rini.

    Mantan Direktur Astra ini mencontohkan, perusahaan tambang PT Bukit Asam ataupun PT Antam biasanya memiliki open bid untuk nikel atau batu bara. Keduanya juga membutuhkan perlengkapan alat berat lalu masing-masing membeli alat. Dengan adanya holding pembelian tersebut bisa diganti dengan saling tukar.

    Selain itu, menurut Rini Soemarno, dengan holding tersebut bisa menjaga perusahaan bisa dikelola dengan baik. Baik secara profesional dan transparan, karena holding memang ditangani oleh pelaku profesional bukan birokrat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.