Kisah Ridwan Kamil yang Pernah Tertipu Saat Belanja Online

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil dan istri (instagram @ridwankamil)

    Ridwan Kamil dan istri (instagram @ridwankamil)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menceritakan bahwa pernah tertipu belanja on line ketika membeli beberapa baju batik. "Saya sekelas Gubernur saja pernah tertipu ketika belanja on line, apalagi konsumen lain kan, dan saya juga waktu itu bingung kalau mau ngasuh mesti gimana," kata Ridwan Kamil ketika meresmikan maskot Hari Konsumen di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu.

    Gubernur Jawa Barat mengingatkan bahwa pentingnya kesadaran konsumen atas hak-haknya, maka sosialisasi hari konsumen adalah perlu dilakukan untuk mengingatkan para pembeli.

    Ia menjelaskan kronologi penipuan yang dialami. Saat belanja batik melalui toko online, dalam foto katalog terpampang ada motif lingkaran besar sempurna di bagian depan. Ternyata setelah barang datang lingkaran tersebut besar sebelah tidak seperti contoh serta tidak simetris lingkarannya.

    Selain itu, ia juga pernah belanja online namun barang yang dibeli tidak kunjung sampai. Oleh karena itu melalui adanya sosialisasi hari konsumen, maka masyarakat akan tahu harus berbuat apa ketika haknya sebagai pembeli tidak terpenuhi.

    Rabu 30 Januari 2019, Kementerian Perdagangan, Jakarta, meluncurkan maskot resmi untuk mewakili simbol peringatan Hari Konsumen Nasional. "Ini untuk mengingatkan kembali bahwa konsumen juga memiliki hak-hak yang harus diketahui, makanya ada peresmian Hari Konsumen Nasional dan maskotnya," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    Maskot tersebut berbentuk hewan lumba-lumba berwarna biru yang memakai atribut baju adat lokal Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga datang dalam acara peresmian maskot tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.