Solo Great Sale 1 - 28 Februari Siapkan Hadiah Rumah dan Mobil

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesta diskon/potongan harga/obral/belanja. Shutterstock

    Ilustrasi pesta diskon/potongan harga/obral/belanja. Shutterstock

    TEMPO.CO, Solo - Ribuan tempat usaha di Solo siap menebar diskon dalam ajang Solo Great Sale yang digelar sepanjang Februari. Penyelenggara juga menyediakan hadiah rumah untuk pembeli yang beruntung.

    Baca juga: Siap-siap Jogja Heboh Februari Ini, More Than a Just Great Sale

    Sekretaris Solo Great Sale 2019 David Wijaya mengatakan pesta belanja itu sudah digelar rutin selama lima tahun terakhir. "Kami berupaya mendongkrak kunjungan wisata di awal tahun yang biasanya sepi," katanya, Rabu 30 Januari 2019.

    Sebagai daya tarik, Solo Great Sale tidak hanya menawarkan diskon belanja saja. "Kami menyediakan hadiah menarik untuk pembeli yang beruntung," katanya. Hadiah itu meliputi satu unit rumah, satu mobil, lima sepeda motor serta hadiah menarik lainnya.

    Hingga saat ini tercatat sudah hampir 7 ribu tempat usaha yang mengikuti program Solo Great Sale dan menawarkan diskon hingga 80 persen. Mereka terdiri dari dari hotel, restoran, pusat oleh-oleh, perajin batik, toko elektronik, dealer mobil hingga pedagang pasar tradisional. Mereka juga akan memasang logo khusus sebagai penanda di tempat usahanya.

    Pembeli akan mendapatkan satu poin dengan berbelanja Rp 50 ribu dan berlaku kelipatannya. "Nanti akan diundi di akhir Februari," kata David. Sebagai catatan, ajang Solo Great Sale digelar untuk menyambut Hari Jadi Kota Solo.

    Tahun lalu, Solo Great Sale mampu membukukan transaksi hingga Rp 530 miliar. "Sedangkan tahun ini targetnya bertambah menjadi Rp 600 miliar," katanya. Dia juga berharap ajang ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan hingga 7 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.