Liliyana Natsir Pensiun, Dua Bisnis Ini Jadi Andalannya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Liliyana Natsir (kiri), mengunggah foto selfienya bersama Presiden Jokowi seusai berpamitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Dalam kutipannya, Butet bercerita ia sempat curcol atau curhat colongan kepada Jokowi.  Instagram/@natsirliliyana

    Pebulu tangkis Liliyana Natsir (kiri), mengunggah foto selfienya bersama Presiden Jokowi seusai berpamitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Dalam kutipannya, Butet bercerita ia sempat curcol atau curhat colongan kepada Jokowi. Instagram/@natsirliliyana

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis Liliyana Natsir akhrinya memutuskan pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya. Gadis yang dipanggil Butet ini, memilih menggantung raket setelah sempat mengikuti turnamen terakhir Indonesia Masters 2019.

    Baca: Liliyana Natsir Pensiun, Jokowi: Indonesia dan Dunia Kehilangan

    Butet menjadi atlet bulutangkis selama 24 tahun. "Saya menyatakan pensiun sebagai atlet profesional bulu tangkis. Saya tidak pernah menyesal menjadi atlet bulu tangkis. Dunia ini yang membesarkan nama saya, dunia ini yang membuat saya bisa memberikan terbaik bagi bangsa dan negara," katanya di Stadion Istora, Senayan, Minggu, 27 Januari 2019.

    Pensiun dari bulu tangkis, Liliyana Natsir telah siap terjun ke dunia bisnis. Ada dua bisnis yang sejak kini sudah digelutinya sejak beberapa tahun terakhir yakni refleksi dan properti.

    Untuk bisnis refleksi, Liliyana Natsir sudah merintisnya sejak 2016 di Gading Serpong, Tangerang, dengan label Nine Family Reflexology dan berencana akan membuka cabang di Mal Green Pramuka Square. "Pada dasarnya saya memang senang refleksi, dari dahulu jadi atlet 'kan sering dipijat. Jadi, saya tahu seperti apa pijatan yang enak dan membuat tubuh kita jadi segar," katanya seperti dilansir Antara pada 2018 lalu.

    Adapun untuk bisnis properti, dia memiliki minat setelah berkonsultasi dengan paman dan teman-temannya yang sudah berbisnis properti terlebih dahulu.

    Berbekal "sharing" pengalaman tersebut, Liliyana akhirnya terjun pada tahun 2014 dengan membangun cluster perumahan seharga berkisar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta sebanyak dua kompleks kecil dengan jumlah satu kompleks berkisar 14 sampai 15 rumah dengan ukuran tipe 48 untuk tanah 80 meter persegi.

    "Dua kompleks tersebut ada di Bekasi, daerah Kranggan, satu namanya Bale Sampurna, satu lagi namanya Bale Jati Raden. Lokasinya di timur Jakarta karena harga tanah di sana masih murah dan daerahnya masih mudah diakses," ujarnya.

    Mengapa ia memilih terjun di dunia properti? "Kalau jadi pelatih saya belum tentu mampu meskipun dibilang orang saya pemain hebat, tapi ngelatih itu beda. Sementara untuk GOR, saya lihat agak kurang menjanjikan untuk balik modal cepat. Oleh karena itu, saya pilih properti ini sebagai tabungan masa depan saya," ucapnya.

    Selain itu, Liliyana Natsir juga kini tengah menjajaki pembangunan proyeknya yang keempat dengan lokasi yang tidak jauh dari proyek pertama hingga ketiga dengan konsumen sasaran masyarakat menengah. "Kalau tanah sudah 'deal', saya mau berjalan proyek keempat, maunya harganya di kisaran Rp 375 juta hingga Rp 400 juta," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.