REI: Proyek Rumah Subsisi untuk MBR Mudah Terjual

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat brosur tentang kepemilikan rumah dan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun, dalam upaya meningkatkan penyaluran KPR Bank BTN sebesar 40 persen hingga tahun 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah pengunjung melihat brosur tentang kepemilikan rumah dan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun, dalam upaya meningkatkan penyaluran KPR Bank BTN sebesar 40 persen hingga tahun 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar rumah bersubsidi dinilai kian moncer terutama saat ketidakpastian ekonomi makin tinggi.

    Ketua Umun DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak pernah sepi pembeli dan tidak terpengaruh oleh faktor-faktor ekonomi.

    Baca juga: Rumah Tahan Gempa Rp 15 Juta Mulai Berdiri di Lombok Utara

    "Rumah MBR itu justru mudah terjual, karena konsumennya kan kebanyakan menjual jasa, penghasilannya akan ada terus, mereka malah tidak terpengaruh kalau ada krisis atau pelemahan ekonomi," ungkapnya seperti dilansir Bisnis.com, Senin 28 Januari 2019.

    Menurut Soelaeman, pembangunan rumah MBR bisa menguatkan bisnis pengembang di daerah di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi.

    Kesempatan untuk mengembangkan rumah subsidi juga tak dilewatkan oleh perusahaan pengembang yang digawangi oleh menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Pembangunan proyek rumah oleh pengembang milik Bobby Nasution menjadi kabar properti terhangat belakangan ini.

    PT Wirasena Citra Reswara (WCR) milik Bobby berencana membangun 1.800 unit rumah di atas lahan 15 hektare di Sukabumi.

    Menurut Soelaeman, keikutsertaan Bobby tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya Bobby sudah terjun di dunia properti sudah sejak lama. Soelaeman mengatakan, pengembang mana pun tak hanya Bobby sebagai menantu Presiden, bisa ikut mengembangkan proyek rumah untuk MBR.

    “Dia [Bobby] itu sekarang di REI menjabat menjadi Wakil Sekretaris Jenderal [Wasekjen] Bidang Perizinan dan sudah lama terjun di dunia properti, tidak ada hubungannya dengan dia menantu presiden atau bukan,” kata Soelaeman.

    Senada, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida pun mengatakan bahwa proyek pembangunan rumah untuk MBR bisa dilakukan siapa pun, dan makin banyak pengembang yang ikut serta makin baik.

    “Itu sangat bagus, karena industri properti itu tidak berkaitan dengan memakai uang negara ya, supaya masyarakat juga tahu bahwa semua pembangunan dilakukan secara benar dan profesional dan yang dia [Bobby] lakukan itu benar bisnis swasta murni dan membantu rakyat kecil,” ungkapnya.

    Menurutnya, sekarang memang semakin banyak yang memang berminat untuk terjun ke sektor perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kendati marginnya kecil, tetapi perputaran investasinya bisa lebih cepat dan mudah.

    “Minat pengembang makin besar, meskipun marginnya kecil kalau rumah subsidi, mepet lah, tapi marketing-nya ngga perlu repot-repot, jadi walaupun untungnya kecil tapi perputarannya cepat. Dari REI itu sebagian besar 80% pengembang rumah subsidi,” tegasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.