OJK Sebut Kontribusi Sumut Besar dalam Jasa Keuangan, Sebab..

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo didampingi Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kiri kedua) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) menggunakan pakaian adat Batak menyaksikan pelepasan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, 21 Agustus 2016. Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah itu. ANTARA/Septianda Perdana

    Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo didampingi Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kiri kedua) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) menggunakan pakaian adat Batak menyaksikan pelepasan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, 21 Agustus 2016. Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah itu. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menegaskan bahwa kontribusi Sumatera Utara dalam perekonomian/perkembangan jasa keuangan nasional cukup besar karena berbagai potensi yang dimiliki daerah itu. Anggota Dewan Komisioner OJK, Ahmad Hidayat menyebutkan, potensi Sumut yang besar itu terlihat dari pertumbuhan industri pariwisata, industri kreatif dan UMKM, kelautan, dan perikanan.

    BACA: Bos OJK Larang Fintech Pinjaman Online Ambil Untung Terlalu Besar

    Kemudian tingkat literasi dan inklusi keuangan yang terus meningkat, berkembangnya layanan teknologi finansial dan besarnya potensi pemanfatan pasar modal. "OJK berharap kontribusi Sumut semakin besar dalam sektor keuangan nasional pada 2019," katanya di Medan, Jumat, 25 Januari 2019.

    Dia mengatakan hal itu dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2019 OJK Kantor Regional (KR) 5 yang dihadiri eksekutif perbankan dan jasa keuangan lainnya serta berbagai kalangan.

    Apalagi, kata Ahmad Hidayat, Sumut juga sudah membuktikan kuatnya kemauan menjaga dan meningkatkan perekonomian seperti dalam menekan inflasi rendah.
    OJK telah menyiapkan lima kebijakan strategis dan inisiatif di 2019 untuk menggenjot sektor keuangan nasional.

    Lima kebijakan itu mendorong pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM dan masyarakat kecil, mendorong inovasi teknologi informasi industri jasa keuangan serta reformasi internal dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan.

    Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori menyebutkan, keberhasilan OJK Regional 5 Sumbagut dalam mengedepankan dan meningkatkan fungsi literasi dan inklusi keuangan merupakan hasil kerja sama (kolaborasi) intensif.

    Kerja sama intensif antara Kantor Regional, Kantor OJK dengan seluruh pemangku kepentingan di Regional 5 Sumbagut (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepri) sangat membantu. "Kolaborasi itu sebagai capaian (outcome) yang perlu dijaga kesinambungannya dan semakin disempurnakan kualitasnya," katanya.

    Yusuf Ansori menegaskan, secara umum, OJK melihat bahwa karakteristik sektor ekonomi pertanian (agrikultur), perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan pertambangan masih merupakan primadona aktivitas ekonomi di lima provinsi itu.

    Akibatnya, katanya, gelombang eksternal pertumbuhan ekonomi global turut berdampak pada penetrasi peran industri jasa keuangan di masing-masing wilayah.

    "Namun syukurnya di tengah tren global dalam rangka efisiensi operasional yang cenderung memilih depresiasi jaringan kantor seiring dengan perkembangan teknologi virtual, para pelaku usaha jasa keuangan di Regional 5 masih bertahan," katanya.

    Pelaku usaha jasa keuangan Sumbagut masih yakin bahwa eksistensi fisik jaringan kantor masih dapat diandalkan sebagai sarana literasi dan inklusi yang tepat untuk ciri khas masyarakat wilayah Sumatera Bagian Utara dan Timur. "Oleh karena itu diyakini industri jasa keuangan di Sumbagut khususnya Sumut masih tetap bagus pada 2019," katanya.

    Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengaku berharap industri jasa keuangan dapat lebih baik dalam meningkatkan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumut.

    Musa Rajekshah menegaskan, untuk membangun perekonomian Sumut, tidak bisa mengandalkan pemerintah, tetapi juga dari peran aktif industri jasa keuangan sebagai penghubung antara unit surplus dan defisit.

    Oleh karena itu, katanya, Pemprov Sumut mendukung kebijakan OJK yang menetapkan lima kebijakan strategis dan inisiatif di 2019 untuk menggenjot sektor keuangan nasional. "Lima langkah itu diharapkan juga benar-benar diterapkan di Sumut. Pemprov Sumut juga berharap koloborasi antara Pemprov Sumut dan OJK semakin bagus," ujarnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.