Dunia Soroti Deforestasi, Luhut Pandjaitan: Jangan Dikte Kami

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan memberikan sambutan di workshop bertema Accelerating Partnerships and Actions for Forest di sela Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

    Baca juga: Luhut Pandjaitan Soroti Isu Laut di Forum Ekonomi Dunia 2019

    "Kami sangat terbuka, tapi jangan mendikte kami," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 Januari 2019. Pernyataan Luhut tersebut, merespons sorotan dunia soal deforestasi di Indonesia.

    Luhut menyampaikan hal itu di hadapan puluhan peserta internasional seperti Albert Arnold Gore Jr. Wakil Presiden Amerika Serikat ke-45 pada pemerintahan Presiden Bill Clinton, Presiden Kolombia Ivan Duque Marquez, dan Satya Tripathi selaku asisten Sekjen PBB untuk program lingkungan.

    Pemerintah Indonesia, menurut Luhut, terbuka terhadap peluang kerja sama, termasuk terhadap saran dan masukan. Namun, kata dia, tidak akan menerima niat dari pihak manapun yang mau mendikte Indonesia.

    "Pemerintah Indonesia mau duduk bersama UNEP, World Bank, dan komunitas World Economic Forum untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan bersama," kata Luhut.

    Menurut dia, pemerintah telah memahami permasalahan soal kehutanan. "Dan kami bertindak dengan cepat. Presiden Jokowi sudah mengumumkan moratorium lahan sawit," ujar dia.

    Luhut memberi contoh, pemerintah membuat kebijakan yang sudah melarang pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit.

    Luhut mengatakan masalah deforestasi harus diselesaikan dengan menemukan titik keseimbangan antara tercapainya kelestarian lingkungan, kesejahteraan rakyat, ketahanan pangan nasional, dan konsistensi penerapan peraturan perundang-undangan.

    "Harus dilihat ekuilibriumnya, bagaimana kami menangani masalah lingkungan, bagaimana kami juga harus menjamin nafkah masyarakat, dan bagaimana kami harus menghormati regulasi yang diterbitkan oleh rezim pemerintahan sebelumnya, serta ketahanan pangan di mana kami harus perhatikan kebutuhan nutrisi rakyat kami," ujar dia.

    Tidak hanya menyinggung soal permasalahan kehutanan, dia menyampaikan tentang upaya-upaya pemerintah RI untuk menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya adalah penanganan sampah plastik. "Kami tidak mau melihat generasi Indonesia selanjutnya menjadi generasi kuntet hanya karena pemerintah salah membuat kebijakan hari ini," kata Luhut Pandjaitan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.