Milenial Dominasi KPR Rumah Tapak dan Rusun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sales menjelaskan pada pengunjung promo perumahan yang dipamerkan dalam acara Indonesia Property Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 11 Februari 2018. Sekitar 40 persen pembelian rumah ditawarkan dalam skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, sementara 60 persen sisanya KPR nonsubsidi. TEMPO/Fajar Januarta

    Sales menjelaskan pada pengunjung promo perumahan yang dipamerkan dalam acara Indonesia Property Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 11 Februari 2018. Sekitar 40 persen pembelian rumah ditawarkan dalam skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, sementara 60 persen sisanya KPR nonsubsidi. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Bayu Adi Gunawan mengatakan pengajuan kredit kepemilikan rumah atau KPR meningkat sejak 2014-2017. Dari segi pembeli yang mengajukan kredit paling tinggi didominasi pembeli dari sisi usia milenial.

    BACA: Hotel Kapsul Gaya Menginap ala Kaum Milenial? Cek Faktanya

    Menurut Bayu berdasarkan data BI pada 2018, pembelian properti di usia milenial didominasi pada rentang umur 26-35 tahun. "Usia muda ini mulai meningkat dominasinya pada pembeli rumah tapak dan rusun seperti apartemen bertipe 22 sampai 70 meter persegi," kata Bayu dalam diskusi Property Outlook 2019 yang digelar Rumah123.com di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis 24 Januari 2019.

    Bayu juga menjelaskan perkembangan pembiayaan KPR generasi milenial tersebut mengalahkan pembeli yang berumur 36 tahun sampai 45 tahun. Hal ini menunjukkan pangsa pasar pembiayaan atau properti untuk rentang umur ini mulai berkurang.

    BACA: 4 Tempat Milenial untuk Diskusi Debat Capres, Intip Alasannya

    Bayu melanjutkan kondisi ini juga menunjukkan bahwa munculnya kesadaran generasi milenial untuk memiliki rumah sendiri. BI juga mencatat kebanyakan dari mereka juga sudah memulai untuk menyisihkan pendapatan dan menabung untuk kepentingan KPR untuk rumah.

    Bayu mengatakan, hal tersebut menunjukkan mulai munculnya kesadaran milenial untuk memiliki rumah sendiri. Milenial mulai menyisihkan sebagian pendapatannya untuk mencicil rumah ketimbang mengontrak. "Anak muda memang sudah aware dengan nyicil rumah," kata dia.

    Bayu menuturkan permintaan properti khususnya rumah tersebut sejalan dengan kebijakan BI yang mengenai pelonggaran uang muka lewat loan to value (LTV) pada Juni 2018. Kebijakan itu menjadikan BI tak lagi menentukan jumlah uang muka untuk kredit pembelian rumah (KPR) khususnya kepada pembeli pertama.

    Semetara itu, Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mencatat data milik Rumah123 menunjukkan hal yang cukup senada. Dari para pembeli yang mengajukan KPR lewat fasilitas Rumah123, rata-rata berada diumur 33,5 tahun.

    Menurut Untung data Rumah123 menunjukkan bahwa pembeli pembeli properti milenial memasuki tahap early majority. Artinya, pembeli milenial telah memasuki tahap awal menjadi pasar terbesar properti."Karena itu, impaknnya perusahaan atau developer harus banyak fokus di usia itu," kata Untung dalam acara yang sama.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.