Ulang Tahun Megawati, Boediono Cerita Saat Ditawari Jadi Menteri

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, berpidato dalam acara ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, berpidato dalam acara ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri merayakan ulang tahun yang ke-72 di di Puri Agung, Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Januari 2019.Selain merayakan ulang tahunnya, penyelenggara juga mengadakan peluncuran buku terbaru Megawati yang bertajuk "The Brave Lady". Buku tersebut berisi testimoni para menteri yang bertugas di era kabinet Gotong Royong.

    Baca: Ultah ke-72 Hari Ini, Megawati Soekarnoputri Apresiasi Milenial

    Boediono menjadi salah satu menteri yang ikut menulis buku sekaligus menjadi pembicara saat peluncuran buku. Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) tersebut menceritakan pengalaman berkesannya saat awal bergabung di kabinet Gotong Royong.

    "Saat itu, 7 Agustus 2001 sekitar jam 8 malam . Telepon rumah saya berdering, saya angkat. Ternyata di sebelah sana terdengar suara Presiden Megawati Soekarnoputri," tuturnya.

    Mantan Wakil Presiden (Wapres) tersebut terkejut atas telepon Megawati malam itu. Dia pun langsung bertanya ada maksud apa orang nomor satu di Indonesia ini tiba-tiba meneleponnya.

    Tanpa basa-basi, Megawati ternyata menawarkan posisi Menkeu di kabinet yang baru dibentuk dan akan diumumkan beberapa hari kemudian.

    Padahal, lanjut Boediono, dia dan Megawati belum pernah bertemu atau bertatap muka secara langsung. Menurutnya, Megawati pasti memilihnya setelah mendapat rekomendasi dari berbagai pihak.

    "Saya sebagai warga negara Indonesia tentu merasa hal itu sebagai sebuah kehormatan dan amanah yang harus dijalankan. Saya terima [permintaan Megawati] dan bergabung di kabinet Gotong Royong," ucapnya.

    Selain Boediono, banyak tokoh penting yang datang ke perayaan ulang tahun tersebut. Acara itu dihadiri Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, mantan Wapres Tri Sutrisno, dan mantan Wapres Hamzah Haz.

    Dalam ulang tahun Megawati, hadir pula mantan menteri seperti Kwik Kian Gie, Hasan Wirayuda, Hatta Rajasa, Poernomo Yusbiantoro, Yusril Ihza Mahendra, hingga Malik Fajar.

    Selain itu, terlihat pula Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan, Manusia, dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.