Selasa, 17 September 2019

JK Minta Menteri PUPR Buat Standarisasi Perumahan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Dirut BTN Maryono menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama perumahan Persatuan Pencukur Rambut Garut (PPRG) di Garut, Jawa Barat, Sabtu 19 Januari 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Dirut BTN Maryono menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama perumahan Persatuan Pencukur Rambut Garut (PPRG) di Garut, Jawa Barat, Sabtu 19 Januari 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyarankan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk membuat standarisasi perumahan. Standarisasi dibutuhkan agar bisa membangun perumahan lebih cepat.

    Baca juga: Dirut BTN: Tahun Depan Pembiayaan Perumahan Masih Prospektif

    "Bagaimana membangun rumah ataupun yang jauh lebih cepat dan baik tapi rumah. Hanya bisa dilakukan apabila memiliki standarisasi. Saya selalu sampaikan kepada Menteri PU untuk bikin standarisasi rumah," kata JK dalam acara Indonesia Development and Business Summit di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

    JK mengatakan pembangunan rumah di luar negeri hanya butuh waktu 2-3 bulan. Sedangkan di Indonesia bisa satu tahun baru selesai. JK menuturkan, zaman dulu, membuat rumah tergantung spesifikasi bangunan yang diinginkan pemilik, sehingga sulit dijual. Singkatnya pembangunan rumah di luar negeri, kata JK, terjadi karena mereka memiliki standarisasi. "Sekarang semua standar. Sehingga membikin rumah tinggal beli bahan dan selesai," katanya.

    Menurut JK, Indonesia perlu mengembangkan standarisasi perumahan. Namun, ia mengingatkan bahwa standarisasi perumahan juga harus diikuti dengan standarisasi industri. "Sekarang mau bikin jendela tinggal beli di toko. Jadi bagaimana konstruksi ini dibarengi dengan standarisasi industri," ujarnya.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebelumnya juga sudah menyatakan komitmen untuk mendorong adanya standar dan penggunaan sistem moduler dalam pembangunan rumah. Hal itu bertujuan mempercepat waktu pembangunan rumah untuk masyarakat. Selain itu, harga produk perumahan yang dibuat secara massal akan membuat biaya pembangunan rumah semakin murah.

    Basuki menilai, perlu inovasi produk-produk perumahan agar program perumahan bisa berjalan dengan baik dan waktu pembangunan yang lebih cepat. Inovasi produk tersebut diharapkan juga bisa mendorong tumbuhnya perekonomian karena banyak industri yang terkait dengan masalah perumahan, mulai dari lantai hingga atap bangunan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.