AirNav Indonesia Dapat Predikat Excellent Layani Jasa Penerbangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mengantre di loket maskapai penerbangan untuk mengambil pengembalian uang tiket di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 30 April 2018. Bandara Djalaludin ditutup selama 16 jam karena tergelincirnya pesawat Lion Air. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    Sejumlah penumpang mengantre di loket maskapai penerbangan untuk mengambil pengembalian uang tiket di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 30 April 2018. Bandara Djalaludin ditutup selama 16 jam karena tergelincirnya pesawat Lion Air. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia berhasil meraih predikat excellent dalam melakukan pelayanan jasa navigasi penerbangan.

    Baca: Cuaca Buruk, Penerbangan di Bandara Soekarno - Hatta Banyak yang Delay

    Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin mengatakan, di 2018 Airnav mendapatkan nilai SQI 4,31 dengan interpretasi excellent. Hal itu meningkat dibandingkan nilai tahun 2017 lalu dimana AirNav mendapatkan nilai SQI 4,07.

    Dia mengatakan kegiatan penilaian pelayanan jasa navigasi penerbangan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan pelayanan Perum LPPNPI melalui pengukuran dan perencanaan tingkat pelayanan jasa navigasi penerbangan yang dinyatakan oleh Service Quality Index (SQI) yang terdiri dari Cockpit Crew Satisfaction Index (CSI) dan Observed Quality Index (OQI).

    Di tahun 2018, AirNav Indonesia dan INACA telah melakukan survei dan observasi di sepuluh lokasi yaitu Kantor Cabang Jakarta Air Traffic Services Canter (JATSC), Makassar Air traffic Services Center (MATSC), Balikpapan, Batam (Tnj Pinang), Bandung, Denpasar, Medan, Sentani, Surabaya dan Ternate.

    AirNav Indonesia telah menerima hasil survei dari tim Indonesia National Air Carriers Association (INACA). Survei ini merupakan rangkaian dari Service Level Agreement (SLA) terhadap jasa layanan navigasi penerbangan yang dilakukan oleh INACA mengenai layanan navigasi penerbangan yang diberikan oleh AirNav Indonesia kepada para pengguna jasa. Hasil survei ini diberikan oleh Sekjen INACA Tengku Burhanudin kepada Direktur Keuangan AirNav Indonesia Hendroyono dalam acara Closing Meeting SLA di Kantor AirNav Indonesia Cabang Semarang.

    "Bagi kami hal ini tentu sangat penting, karena melalui sinergi ini peningkatan keselamatan dan efisiensi penerbangan di ruang udara Indonesia dapat terus ditingkatkan," kata Direktur Keuangan AirNav Indonesia Hendroyono.

    Dia menambahkan bahwa hasil dari SLA akan menjadi tolok ukur AirNav Indonesia dan INACA mengenai kualitas jasa layanan navigasi penerbangan.

    Sekjen INACA Tengku Burhanudin juga memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan AirNav Indonesia dalam kegiatan ini. "Kini AirNav Indonesia sudah terbuka untuk dinilai dan diberikan masukan oleh para pengguna jasa, tentunya ini akan menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan Indonesia yang optimal," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?