Survei: Harta 26 Orang Terkaya, Separuh Populasi Orang Miskin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar AS dan yuan Cina.  REUTERS/Jason Lee

    Ilustrasi mata uang dolar AS dan yuan Cina. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan terbaru Oxfam menunjukkan bahwa kekayaan 26 orang terkaya di dunia setara dengan yang dimiliki separuh warga dunia yang paling miskin. Laporan ini dirilis pada Senin, 21 Januari 2019.

    BACA: Aset 50 Orang Terkaya RI Versi Forbes Capai Rekor USD 129 Miliar

    Dalam laporan itu, Oxfam memperlihatkan para miliarder dunia menikmati peningkatan aset senilai US$2,5 miliar setiap harinya pada 2018. Kekayaan CEO Amazon Jeff Bezos, orang terkaya di dunia misalnya, meningkat jadi US$ 112 miliar pada tahun lalu. Oxfam memaparkan 1 persen dari aset Bezos setara dengan anggaran kesehatan di Ethiopia, negara berpenduduk 105 juta jiwa di Afrika Timur.

    Ketika para miliarder dunia menikmati kekayaan yang bertambah, pada saat bersamaan 3,8 miliar orang yang hidup di garis kemiskinan harus menerima kenyataan bahwa aset mereka menurun 11 persen, tulis Oxfam dalam laporannya, yang dipublikasikan menjelang pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

    Oxfam menggarisbawahi besarnya jurang antara orang kaya dan miskin telah merusak usaha memerangi kemiskinan, mengganggu perekonomian, dan menciptakan kemarahan publik.

    "Orang-orang di berbagai penjuru dunia marah dan frustrasi," kata Direktur Eksekutif Oxfam Winnie Byanyima, seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin, 21 Januari 2019.

    Oxfam menemukan selama periode 1980-2016, orang-orang miskin di dunia hanya mengantongi 12 sen dari setiap satu dolar AS nilai pertumbuhan ekonomi global. Berbanding terbalik dengan 27 sen yang mampu diperoleh oleh 1 persen orang terkaya di dunia.

    Kesenjangan yang begitu besar ini disebut disebabkan oleh alokasi anggaran untuk kesehatan dan pendidikan yang minim serta terjadi bersamaan ketika orang-orang kaya justru dikenakan pajak yang rendah.

    Kesenjangan yang terjadi di berbagai negara sebenarnya telah mendorong seruan untuk menaikkan pajak bagi orang kaya. Di AS, anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez menarik perhatian awal bulan ini ketika mengajukan peraturan yang membebankan pajak sebesar 70 persen bagi orang super kaya di negara itu.

    Langkah itu diambil setelah Presiden AS Donald Trump melakukan reformasi pajak dengan memotong rasio pajak dari 39,6 persen menjadi 37 persen pada tahun lalu.

    Sementara itu di Eropa, gerakan "rompi kuning" telah melakukan aksi selama 10 pekan sejak November2018 di Prancis. Mereka menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menarik kebijakan pemangkasan pajak kekayaan bagi orang berpenghasilan tinggi.

    "Orang kaya dan korporasi membayar pajak lebih rendah dibandingkan beberapa dekade sebelumnya," tulis Oxfam.

    Lembaga non profit ini juga menekankan bahwa banyak orang yang belum memperoleh akses pendidikan dan kesehatan. Laporan mereka mengungkapkan setiap harinya ada 10.000 orang yang mati karena tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang murah.

    Oxfam juga mendapati jika orang terkaya di dunia dikenai pajak 0,5 persen lebih tinggi, maka jumlahnya akan cukup untuk membiayai pendidikan 262 juta anak dan membantu perawatan kesehatan bagi 3,3 juta orang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.