Menhub: Bandara Kulon Progo Tahan Tsunami Skala Besar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Repulik Indonesia Joko Widodo didampingi (ki-ka) Direktur Angkasa Pura 1 Danang Baskoro, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X memberikan keterangan pers kepada awak media sesuai meletakan batu pertama pada lokasi pembagunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, 27 Januari 2017. TEMPO/Pius Erlangga

    Presiden Repulik Indonesia Joko Widodo didampingi (ki-ka) Direktur Angkasa Pura 1 Danang Baskoro, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X memberikan keterangan pers kepada awak media sesuai meletakan batu pertama pada lokasi pembagunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, 27 Januari 2017. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau Bandara Kulon Progo telah disiapkan dengan baik ihwal mitigasi bencana, seperti tsunami. Hal itu mengingat letak bandara yang hanya berjarak 400 meter dari bibir pantai selatan Yogyakarta.

    Baca juga: Efek New Yogyakarta International Airport Versi Darmin Nasution

    “Bahwa tsunami adalah suatu hal yang memang sudah kita antisipasi. Oleh karena itu kami telah menunjuk beberapa ahli dari Jepang, ITB, dan UGM di mana kami sudah memperhitungkan dengan skala tsunami yang besar, bandara ini tetap bisa eksis secara struktur. Kita sudah antisipasi dengan menyiapkan mitigasinya,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Senin, 21 Januari 2019.

    Hal itu dia sampaikan dalam usai memimpin rapat progres pembangunan Bandara NYIA di Bandara Adisutjipto. Rapat progres pembangunan bandara NYIA dihadiri beberapa pejabat terkait di antaranya Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri dan perwakilan dari PT. KAI.

    Ihwal penyiapan mitigasi bencana NYIA, kata Budi, beberapa antisipasi sudah ada baik dari sisi struktur maupun operasionalnya, seperti misalnya, menanam pohon-pohon dan membuat bangunan sebagai penahan jika terjadi tsunami.

    “Level pertama itu praktis dibuat fleksibel sehingga mitigasi bencana tsunami itu para penumpang, para pengunjung bisa naik ke atas dengan ketinggian floor to floornya (jarak antar lantai) 8 meter, jadi Insya Allah sudah kita mitigasi baik dari struktur, maupun kita mitigasi bagaimana operasionalnya,” ujar dia.

    Menurut Budi, saat ini pembangunan NYIA terus dikebut. Dia menyebut progres pembangunan bandara secara menyeluruh telah mencapai 30 persen. "Secara menyeluruh itu kurang lebih 30 persen, tapi kalau untuk yang April (2019) kira-kira sudah 60 persen,” ujarnya.

    Budi Karya mengatakan ihwal akses pendukung bandara telah disiapkan sejumlah skenario, seperti pembangunan infrastruktur kereta api menuju Bandara NYIA, yaitu dengan dibangunnya jalur KA baru dari Desa Kedundang ke arah NYIA sejauh kurang lebih 3-5 kilometer. Sambil menuggu pembangunan jalur KA baru selesai, akan menggunakan jalur KA eksisting dari St. Maguwo ke St. Wojo dan akan disiapkan shuttle bus untuk mengangkut penumpang dari Stasiun Wojo ke bandara NYIA.

    Selain kereta bandara, Budi berencana mengintegrasikan kereta-kereta jarak jauh yang juga akan berhenti di stasiun kereta bandara. Hal ini untuk mengakomodir masyarakat yang akan melakukan ibadah Umroh melalui bandara ini. "Oleh karenanya kita juga mengkaitkan, tadi kami berdiskusi dengan teman-teman kereta api bahwa kereta api yang jarak jauh dari Surabaya, Solo, Madiun, Purwokerto bisa berhenti di terminal ini, sehingga kalau orang mau Umroh, bisa diservis dari bandara ini,” ujar Budi.

    Selain skenario tersebut, kata dia, ada rencana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun jalan tol yang menghubungkan hingga Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah semakin menambah aksesibilitas dari dan ke NYIA.

    Budi yakin pembangunan Bandara Kulon Progo akan membuka konektivitas internasional, bandara ini juga akan meningkatkan pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.