Mentan: Kita Balikkan Impor 3,5 Juta Ton Jagung Jadi Ekspor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan sidak pada hari Senin, 16 Juli 2018 di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Jawa Timur.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan sidak pada hari Senin, 16 Juli 2018 di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Jawa Timur.

    TEMPO.CO, Probolinggo - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan panen jagung seluas 600 hektare di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu, 16 Januari 2019. Amran menegaskan bahwa Indonesia sudah mampu membalikkan keadaan dari impor jagung sebanyak 3,5 juta ton dari Argentina pada empat tahun lalu, menjadi ekspor pada 2018 sebesar 372 ribu ton.

    Baca juga: Pemerintah Akan Impor Jagung Pakan Ternak 30 Ribu Ton

    "Hari ini kami datang, mungkin ini adalah pidato perpisahan. Kita membalikkan impor 3,5 juta ton, menjadi ekspor," kata Amran kepada para petani.

    Terkait harga jagung, Amran menyampaikan sesuai dengan perintah Presiden Jokowi, harga jagung di tingkat petani tidak boleh di bawah Rp 3.150 per kg. Perum Bulog telah diperintahkan untuk menyerap jagung petani dengan harga tersebut agar petani ke depan tidak merugi.

    Selain panen jagung, Amran menyerahkan sejumlah bantuan berupa benih sebanyak 2 ton padi Dan 75 ton benih jagung bantuan pusat(untuk 5.000 Ha) kepada petani. "Bantuan ini diharapkan akan meningkatkan produksi jagung sehingga target produksi 33 juta ton pada 2019 dapat tercapai," ujar Amran.

    Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari mengatakan luas panen jagung saat ini di Kecamatan Paiton seluas 600 hektare dari prediksi panen sampai akhir Januari di Kabupaten Probolinggo 2.075 ha. Produktivitasnya mencapai 8 ton/ha pipilan kering.

    "Hampir 75 persen dari 1 juta jiwa mayoritas menjadi petani. Empat tahun lalu hadir di Probolinggo, tanam bawang. Kini terbukti, Probolinggo menjadi penghasil bawang merah," ujar Puput.

    Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, perkiraan luas panen jagung Provinsi Jawa Timur pada Januari 2019 sebesar 17.286 ha, khususnya kabupaten Probolinggo sebesar 3.000 ha. Dari luas panen tersebut, produksi jagung Jatim pada Januari sebesar 102.779 ton pipilan kering, sedangkan produksi Jagung Kabupaten Probolinggo 21.000 ton dengan rata-rata produksi 7 ton/ha pipilan kering.

    Dari 38 Kabupaten di Jawa Timur, diperkirakan potensi panen jagung pada Februari 2019 mencapai 273.564 ha dengan perkiraan produksi mencapai 1,2 juta ton pipilan kering. Kemudian Maret perkiraan luas panen 175.011 ha dengan potensi produksi 636.610 ton pipilan kering.

    Baca juga berita impor lainnya di Tempo.co

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.