Sri Mulyani Disebut Layak Jadi Pimpin Bank Dunia, Apa Kata Luhut?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) sebelum melakukan sesi foto bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) sebelum melakukan sesi foto bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut berkomentar soal peluang rekannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menjadi Presiden Bank Dunia menggantikan Jim Yong Kim.

    BACA: Sri Mulyani Dianggap Layak Jadi Presiden Bank Dunia, Ini Kata Kemenkeu

    "Ya bisa saja, kenapa tidak?" ujar Luhut di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 24 Januari 2019. Hanya saja, dia menyebut biasanya kursi presiden itu dipegang oleh negara yang memiliki sumbangan besar terhadap lembaga keuangan internasional itu.

    Namun, apabila Sri Mulyani pada akhirnya ditunjuk menjadi kandidat Presiden Bank Dunia, Luhut merasa itu adalah sebuah kehormatan bagi Indonesia. "Tapi saya khawatir AS tidak mau serahkan itu."

    Ketimbang mengejar posisi Presiden Bank Dunia, Luhut berpendapat akan lebih mungkin bila Indonesia mengisi posisi-posisi strategis di bawah presiden. Misalnya saja Direktur Pelaksana Bank Dunia yang pernah dijabat Sri Mulyani sebelumnya. "Harus ada Sri Mulyani-Sri Mulyani lain," ujar Luhut.

    Sebelumnya Official Monetary and Financial Institutions Forum atau OMFIF, sebuah lembaga think tank yang berbasis di London, Inggris, menilai Sri Mulyani layak untuk menjadi presiden baru Bank Dunia menggantikan Jim Yong Kim. "Inilah waktu untuk sebuah perubahan," kata Mark Sobel, US Chairman OMFIF. "Orang luar Amerika harus memimpin Bank Dunia," begitu Mark menulis artikel di laman resmi OMFIF.

    Mark menyebutnya sebagai perubahan karena sejak didirikan pasca perang dunia kedua 1945, Bank Dunia selalu dipimpin warga Amerika. Kim juga berkewarganegaraan ganda yaitu Korea Selatan dan Amerika. Ini sebenarnya wajar karena negara-negara maju mendominasi ekonomi global pasca perang.

    Kepergian Kim dinilai menjadi kesempatan yang tepat untuk mengubah situasi ini. Jika seandainya negara-negara berkembang ingin mengubah tradisi ini, maka Mark menilai mereka harus segera menemukan kandidat pengganti Kim.

    Selain Sri Mulyani, Mark juga menyebut nama mantan Menteri Keuangan Nigeria yaitu Ngozi Okonjo-Iweala.  Sri Mulyani dan Ngozi sama-sama merupakan bekas direktur pelaksana Bank Dunia, posisi di bawah presiden.

    Walau begitu, Mark menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat kemungkinan akan berupaya agar Presiden Bank Dunia tetap dipegang oleh warga negaranya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.