Kubu Prabowo Kritik Jokowi soal Bank Tani, Begini Respons Istana

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perbankan Belum Maksimal Salurkan Kredit Petani

    Perbankan Belum Maksimal Salurkan Kredit Petani

    TEMPO.CO, Jakarta - Kritik dari Koordinator Juru Bicara Prabowo - Sandiaga Uno, Dahnis Anzar Simanjuntak yang menilai janji Presiden Jokowi mendirikan Bank Tani dan Nelayan tak berjalan direspons oleh kalangan istana. Staf Khusus Kepresidenan Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika menjelaskan perihal janji Jokowi sebelum pemilu presiden 2014 tersebut. 

    Baca: Pesan Luhut ke Prabowo: Kampanye Boleh asal Jangan Menyesatkan

    "Pemerintah telah mendirikan Bank Mikro Nelayan," kata Erani saat dihubungi, Ahad, 13 Januari 2019. Bank Mikro inilah yang bertindak serupa bank dan menyalurkan kredit atau pinjaman untuk para nelayan.

    Erani lalu mengutip data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga Mei 2018, sudah terdapat 18 institusi Bank Mikro ataupun Lembaga Keuangan Mikro Nelayan yang telah memperoleh plafon pinjaman dari Badan Layanan Umum di bawah kementerian tersebut. Pinjaman dari badan bernama Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan ini, sekarang telah dinikmati oleh 9.535 nelayan di 107 kabupaten atau kota di Indonesia. "Dengan bunga 3 persen, lebih rendah dari KUR."

    Janji soal Bank Tani dan Nelayan ini sebelumnya disampaikan oleh Direktur Materi dan Debat dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said pada Rabu, 9 Januari 2019. Lembaga berbentuk Bank Tani dan Nelayan tersebut akan memberi bantuan pembiayaan untuk kedua sektor usaha ini. "Ini sesuatu yang dirindukan petani," ujarnya.

    Adapun Dahnil sempet menyebut Bank Tani dan Nelayan yang dijanjikan Jokowi dahulu ternyata tidak berjalan. Prabowo-Sandi menyatakan bakal mendirikan bank tersebut jika terpilih nanti. "Maka pendekatan model Grameen Bank dengan konsistensi antara janji dengan pelaksanaan penting," ujarnya.

    Erani melanjutkan bahwa selain Bank Mikro, pemerintah juga memberikan solusi terhadap lemahnya akses petani terhadap lembaga perbankan melalui skema Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Subsidi bunga KUR turun dari 12 persen pada 2015 menjadi 7 persen pada 2018. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Erani menyebut porsi KUR pada sektor pertanian meningkat cukup menggembirakan.

    Pada 2016, Erani mengatakan porsi KUR ke sektor primer tersebut mencapai 17,36 persen dan naik menjadi 20,87 persen pada September 2018. Walhasil, Erani menilai kondisi ini menunjukkan KUR semakin menyasar sektor-sektor berbasis ekonomi rakyat. Terakhir, pemerintah juga mempunyai program kartu tani yang bekerja sama dengan Bank BUMN untuk menyalurkan pupuk subsidi tepat sasaran.

    Baca: Netizen Pertanyakan Data Utang versi BPN Prabowo - Sandiaga

    Selain dari pemerintah, kata Erani, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan Kartu Jaring untuk para nelayan maupun pengusaha sektor kelautan dan perikanan. Dengan kartu ini, mereka mendapatkan kemudahan merekam transaksi keuangan. Menurut Erani, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan akses bagi nelayan dan pengusaha nelayan pada jasa keuangan yang lebih luas sehingga mereka dapat lebih sejahtera.

    Simak berita terkait Prabowo lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.