Bappenas Masukkan Skema Skill Development Fund di RPJMN 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro melantik Ventje Rahardjo Soedigno menjadi Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Desember 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro melantik Ventje Rahardjo Soedigno menjadi Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Desember 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan dirinya menginginkan adanya pembentukan Skill Development Fund atau pembiayaan untuk peningkatan kemampuan/ketrampilan. Skema ini diharapkan bisa mendukung pemerintah yang kini tengah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya para pekerja.

    Baca: Bappenas Dorong Pemanfaatan Investasi Dana Zakat untuk SDGs

    "Idenya adalah memberikan kemudahan bagi tenaga kerja yang telah aktif maupun tenaga kerja yang baru saja masuk ke dunia kerja untuk melakukan up skilling dan reskilling," kata Bambang di Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

    Pemerintah saat ini memang tengah mengencarkan pembangunan sumber daya manusia setelah sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur. Kebijakan tersebut kini menjadi salah satu fokus program kerja pada 2019. Dalam kebijakan ini pemerintah akan memanfaatkan vokasi dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia khusunya bagi tenaga kerja.

    Menurut Bambang, skema pembiayaan ini menjadi penting terutama untuk pengembangan kemampuan para pekerja. Saat ini beberapa pekerja yang ingin meningkatkan dan memiliki kemampuan baru seringkali terhambat karena biayanya yang dianggap cukup memberatkan.

    Selain itu, para pekerja tersebut juga terkendala karena minimnya lembaga yang menyediakan pelatihan. Dengan adanya skema ini, diharapkan sebagian kendala tersebut bisa teratasi.

    "Harapannya dari beberapa tipe pekerjaan yang terancam karena adanya revolusi industri 4.0, tenaga kerjanya bisa mengambil skill yang lain. Belajar yang lain, tanpa harus dibebani biaya berlebihan," kata Bambang.

    Bambang juga mengatakan, Bappenas kini juga tengah mendorong skema Skill Development Fund untuk bisa masuk dalam Rencana Pemerintah Jangka Menegah Nasional 2020-2024. Ia menuturkan skema pembiayaan ini nantinya akan dibiayai oleh dua pihak yakni pemerintah dan juga dunia usaha atau swasta.

    "Saya ingin mendorong dunia usaha ikut andil karena kan untuk menjaga supply tenaga kerja mereka juga," kata dia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.