Tiket Pesawat Mahal, JK: Mau Tidak Mau Harus Ada Penyesuaian

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi keterangan pada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, 20 Desember 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi keterangan pada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, 20 Desember 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan mahalnya tarif tiket pesawat karena menyesuaikan pengeluaran perusahaan penerbangan. "Mereka itu membayar dengan dolar. Membeli pesawat dengan dolar, membeli avtur dengan dolar. Tapi tarifnya rupiah. Maka, mau tidak mau harus ada penyesuaian secara bertahap," kata JK di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 14 Janauri 2019.

    Baca: JK Soal DP Nol Persen Kendaraan: Kredit Macet, High Risk

    JK mengatakan, jika tidak menyesuaikan tarifnya dengan pengeluaran, perusahaan penerbangan bisa bangkrut. "Bisa saja kita nikmati hari ini begitu banyak pesawat terbang. Tapi kita tahu juga berapa perusahaan yang bangkrut, berhenti," ujarnya.

    Menurut JK, jika banyak perusahaan penerbangan yang berhenti beroperasi, tarif tiket pesawat akan semakin tinggi. Apalagi jika dimonopoli oleh perusahaan yang masih bertahan. Karena itu, kata JK, dalam menyesuaikan tarif perlu kehati-hatian. "Kita harus mempertimbangkan unsur kepentingan konsumen, tapi kita juga memperhatikan unsur perusahaan," kata dia.

    Dalam beberapa waktu terakhir, tarif tiket pesawat sempat melambung. Bahkan, muncul petisi yang dibuat oleh netizen bernama Iskandar Zulkarnain pada 20 Desember 2018.

    Dalam petisi tersebut, Iskandar menulis bahwa di negara kepulauan seperti Indonesia, tentu maskapai penerbangan berperan penting dalam perkembangan dan kemajuan negara. Tapi ia menilai, kenaikan harga tiket pesawat bakal sangat mencekik masyarakat. Apalagi kebanyakan masyarakat Indonesia adalah perantau.

    Setelah protes tersebut, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau INACA baru-baru ini sepakat menurunkan tarif tiket pesawat terbang. "Kami berkomitmen untuk menurunkan harga tiket. Kami sejak minggu lalu, khususnya Jumat, sudah menurunkan tarif harga domestik," kata Ketua INACA Ari Ashkara dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, 13 Januari 2019.

    Ari memaparkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan komitmen positif dari stakeholder, yakni Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Airnav dan Pertamina. Selain itu, anggota INACA juga mendiskusikan keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket penerbangan.

    "Walaupun di tengah kesulitan maskapai nasional yang ada, tapi kami lebih mendengar keluhan masyarakat tentang harga tiket," ujarnya.

    Simak berita tentang JK hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.