Dalam Setahun, 10 Juta Pesanan Menu Ayam Terjual di Go-Food

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran Pesta MaMiMuMeMo Go Food di Gelora Bung Karno, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Miqdarullah Burhan

    Peluncuran Pesta MaMiMuMeMo Go Food di Gelora Bung Karno, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Miqdarullah Burhan

    TEMPO.CO, Jakarta - Go-Food, aplikasi pesan antar makanan yang dirilis Go-Jek pada pertengahan 2015 menjelma sebagai pusat wisata kuliner online di Indonesia.

    Simak: Go-Food Gelar Festival Kuliner di Kota Padang Selama Setahun

    Aristo Kristandyo, VP Marketing Go-Food, mengatakan bahwa pada 2018 lalu terdapat empat kategori makanan dan minuman dengan yang paling popular dan banyak dipesan setiap bulannya. Keempatnya yaitu menu paket ayam sebanyak 10 juta pesanan, aneka nasi 3,5 juta, disusul mie sebanyak 1,5 juta kali pesanan per bulan pada saat pesta MaMiMuMeMo Go-Food.

    "Selain makanan berat, masyarakat juga menyukai aneka makanan ringan dan minuman," kata dia seperti dilansir di Bisnis.com, Ahad 13 Januari 2019. Terlihat dari banyaknya jumlah pesanan kopi sebanyak 1,5 juta kali, disusul gorengan yaitu 1,2 juta dan martabak sebanyak 760.000 kali pemesanan.

    Menurutnya, untuk jam pesanan paling banyak pada saat santap malam sekitar jam 7 hingga jam 9 setidaknya terdapat 6,4 juta pesanan di malam hari, disusul makan siang. Namun yang tak kalah tinggi adalah saat jam senggang di sore hari, dibuktikan dengan banyaknya pesanan kopi dan gorengan.

    “Untuk pesanan tengah malam di atas jam 10 pun tidak kalah banyaknya. Di sini menu martabak dan kopi menjadi pilihan masyarakat. Pada 2018 ini setidaknya hampir 7 juta martabak sudah diantarkan melalui Go-Food ,” ujarnya.

    Sementara itu, Jacqueline Hassan, pemilik merchant kopi Janji Jiwa cabang Radio Dalam mengatakan sejak bergabung menjadi merchant, pihaknya tidak lagi terlalu mengkhawatirkan proses pemasaran karena adanya teknologi yang ditawarkan Go-Food.

    Ini memungkinkan produk mereka dapat dipesan masyarakat tanpa harus datang langsung ke kedai kopinya. “Kini produk kuliner kami tidak hanya bisa dinikmati para pengunjung yang telah mengetahui lokasi kedai kopi, tapi juga sudah dikenal dan dinikmati oleh para pecinta kopi dari berbagai wilayah di Jabodetabek,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?