Pegadaian Targetkan Pendapatan 2019 Rp 13,98 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kantor Pegadaian di kawasan Kramat Jakarta, Jumat (6/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Suasana kantor Pegadaian di kawasan Kramat Jakarta, Jumat (6/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) menekankan pemantapan posisinya di industri keuangan dengan proyeksi pendapatan tahun ini sebesar Rp 13,981 triliun atau tumbuh menjadi 21,3 persen dari tahun sebelumnya.

    Baca juga: Pegadaian Targetkan Laba Meningkat Jadi Rp 3,3 Triliun Tahun Ini

    Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan RKAP 2019, Pegadaian menyusun inisiatif strategis dalam mengembangkan usaha gadai dan non gadai, dengan mengembangkan produk-produk pegadaian yang inovatif. "Kami ingin nasabah Pegadaian merasa nyaman dengan layanan produk yang makin variatif," kata Kuswiyoto melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

    Ada pun inovasi produk yang akan dilakukan perseroan, antara lain Gadai Efek, Gold Card, Digital Lending, Pegadaian E-Wallet & Pegadaian Remittance, Amanah Korporasi, Rahn Umroh, Express Loan dan Rahn Surat Berharga.

    Menurut dia, hal ini dilakukan agar tidak kalah saing dengan gadai- gadai swasta yang semakin berkembang dan menambah sisi layanan bagi nasabah. Pemantapan strategi bisnis Pegadaian dimulai dari perbaikan kapabilitas, branch transformation, digital proses dan bisnis, serta inovasi produk.

    RKAP 2019 yang bertemakan "Becoming Digital Financial Company" menargetkan perusahaan bisa lebih efektif dan efisien di era digital ekonomi.

    Pemilihan tema RKAP disesuaikan dengan perlunya dukungan sumber daya internal yang memadai, kinerja channel distribution (cabang dan unit pelayanan, agen, Business Process Outsourcing (BPO), dan Pegadaian Digital Service (PDS) serta peningkatan produktivitas.

    Kuswiyoto menambahkan untuk proyeksi keuangan dan bisnis Pegadaian 2019 akan terus tumbuh. Biaya usaha 2019 diproyeksikan sebesar Rp 9,741 triliun atau tumbuh 24 persen; laba usaha sebesar Rp 4,062 triliun atau tumbuh 10,8 persen; dan laba setelah pajak sebesar Rp3,018 triliun atau tumbuh 10,8 persen.

    Dari sisi operasional bisnis, Pegadaian memproyeksikan Outstanding Loan posisi Rp 46,476 triliun atau 15,2 persen; dan omzet sebesar Rp 148,72 triliun atau 15,2 persen.

    Untuk rasio keuangan dan WACOF gross profit margin 2019 diproyeksikan menjadi 29 persen dari prognosa 2018 yang tercatat 32,11 persen. OSL Pegawai RKAP 2019 sebesar Rp3,34 juta/orang dari prognosa 2018 sebesar Rp3,08 juta/orang.

    Menurut Kuswiyoto, yang menjadi pemimpin baru di Pegadaian, proyeksi Non Perfoming Loan sebesar 2,5 persen dari prognosa tahun sebelumnya (2018) 1,8 persen. WACOF RKAP 2019 sebesar 8,66 persen dari prognosa 2018 sebesar 7,60 persen. Dia optimistis target RKAP 2019 dapat tercapai karena dukungan SDM yang berpengalaman di industri multifinance.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.