OJK Targetkan Kredit Perbankan 2019 Tumbuh 14 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasang target pertumbuhan kredit perbankan 2019 sebesar 12-14 persen. Target tersebut dipasang dengan pertimbangan semakin meredanya tekanan dari ketidakpastian ekonomi global.

    Baca juga: OJK Resmi Izinkan DP Nol Persen untuk Kredit Kendaraan

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pertemuan tahunan di Jakarta, Jumat malam, 11 Januari 2019, mengatakan dengan berkurangnya tekanan ekonomi global pada 2019, aliran modal masuk akan semakin deras dan mendorong aliran likuiditas perbankan.

    Dengan pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 13 persen plus minus satu persen itu, OJK memproyeksikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan dana perbankan pada tahun ini dapat mencapai 8-10 persen.

    "Sedangkan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) trennya terlihat akan terus menurun. Kita harapkan bisa di bawah dua persen tahun ini jika ekonomi domestik semakin baik," ujar dia.

    Berkaca pada 2018, pertumbuhan kredit memang cukup agresif meskipun tekanan ekonomi global masih kencang. Hal itu karena permintaan kredit, terutama dari sektor infrastruktur terus menggeliat. Pada 2018, kredit industri perbankan tumbuh 12,9 persen. Sementara, DPK perbankan pada 2018 diperkirakan tumbuh sekitar delapan persen.

    "Kinerja intermediasi sektor keuangan kami perkirakan pertumbuhan kredit perbankan akan ada di kisaran 13 plus minus satu persen," ujar dia.

    Adapun meredanya tekanan ekonomi global pada tahun ini karena rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang tidak akan seagresif pada 2018.

    "Tekanan dari The Fed tidak akan seperti 2018. Maka ada tren positif untuk perekonomian domestik. Ekonomi domestik diperkirakan mampu tumbuh 5,3 persen dengan inflasi yang terjaga relatif rendah di level 3,5 persen," ujar Wimboh.

    Optimisme juga terlihat dari pelaku perbankan yang tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2019, yang menargetkan ekspansi kredit dan DPK masing-masing sebesar 12,06 persen dan 11,49 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.