2 Sebab Rupiah Masih Perkasa pada Awal 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat tipis pada Jumat, 11 Januari 2019. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate rupiah menguat 17 poin ke level Rp 14.076 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, rupiah berada pada level Rp 14.093 per dolar AS pada Kamis, 10 Januari 2019.

    Baca juga: Dolar AS Terbebani Sikap The Fed, Rupiah Menguat Jadi Rp 14.045

    Sepanjang minggu ini rupiah hanya menguat sekitar 26 poin saja dari posisi awal minggu, Senin, 7 Januari 2019 di level Rp 14.105 per dolar AS. Tapi dalam sebulan terakhir, rupiah telah menguat 537 poin dari posisi semula pada 11 Desember 2018 yang masih di level Rp 14.613 per dolar AS.

    Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan ada dua faktor yang memicu penguatan kurs rupiah ini. Pertama karena rupiah tengah mendapatkan sentimen positif akibat adanya potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi di Amerika, Eropa dan Cina.

    Kedua, perekonomian Indonesia juga menunjukkan beberapa pencapaian positif mulai dari penerimaan APBN 2018 yang melewati target, menurunnya defisit fiskal, inflasi yang terjaga rendah, serta pertumbuhan yang lebih tinggi daripada tahun lalu  di tengah berbagai gejolak yang terjadi.

    Kondisi ini, kata Piter, menyebabkan aliran modal masuk ke Indonesia dan membuat rupiah terus menguat. Selama tidak ada gejolak baru di global, kata dia, penguatan rupiah masih akan terus berlangsung.

    Tapi, Piter tetap meyakini kondisi ini tidak akan berlangsung terus selama satu tahun. "Kita harus siap dengan kemungkinan gejolak yang terjadi, apakah dalam beberapa hari atau beberapa minggu ke depan."

    Baca berita rupiah lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.