Di Pesantren Rembang, Sandiaga Uno Janji Cetak Santripreneur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat berkunjung ke kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. Sandiaga datang bersama Prabowo Subianto. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat berkunjung ke kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. Sandiaga datang bersama Prabowo Subianto. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Rembang - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyatakan siap menggerakkan ekonomi umat, memberdayakan pesantren, dan mencetak santripreneur sebagai salah satu program yang hendak direalisasikan ketika amanat menjadi pelayan masyarakat 2019-2024 diberikan kepadanya bersama Prabowo Subianto.

    Baca juga: Cerita Sandiaga Soal Sepinya Jalan Tol Cipali Setelah Diresmikan

    "Hal itu menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Indonesia, yakni reformasi ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi rakyat," ujar Sandiaga saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah Jalan Sumber Girang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat, 11 Januari 2019.

    Sandi diterima dengan hangat oleh pengasuh Ponpes Al Wahdah Gus Affas Baidhowi. Hadir pula Kiai Najih Maimun Zuber dan Kiai Wafi Maimun dari Sarang, Gus Aam Wahib dari Surabaya, dan Gus Sholah Banyuwangi.

    Menurut Sandiaga, dibutuhkan pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan program tersebut. Dia mengatakan pesantren merupakan sektor penting dalam ekosistem perjalanan ekonomi bangsa ini.

    Selain itu, lanjut dia, pesantren berperan penting dalam menggerakkan ekonomi umat karena hingga kini perannya masih terasa denyutnya. Dia mencontohkan beberapa pesantren sudah mandiri, berdiri sendiri dengan swasembada pangan, energi bahkan air.

    "Dalam perjalanan menyerap aspirasi, saya melihat beberapa pesantren mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Dari sayur-mayur, ikan, tebu hingga air. Bahkan ada yang menggunakan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pesantren tersebut," ujarnya.

    Ia menganggap satu persen dari populasi Indonesia menguasai lebih 50 persen ekonomi. "Kami berjanji mengurangi ketimpangan yang ada. Kebijakan yang sangat liberal, membuat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Serta utang semakin besar, dominasi asing, serta kepentingan asing yang semakin terasa," ujarnya.

    Untuk mengurangi ketergantungan terhadap asing, di antaranya dengan memberdayakan potensi ekonomi Indonesia. "Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan hingga ribuan triliun. Indonesia masih nomor lima dan Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia tentunya memiliki potensi besar. Saya akan urus betul pesantren," ujarnya.

    Republik ini, kata dia, memiliki utang besar pada pesantren sehingga akan dijadikan kawah candradimuka pemimpin bangsa ini dan mencetak para santri yang menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja.

    Jika Sandiaga Uno menjanjikan pemberdayaan pesantren, pemerintah Joko Widodo membentuk bank wakaf mikro untuk memberdayakan umat. Bank Wakaf Mikro sudah direalisasikan di 41 pondok pesantren.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.