Omzet Restoran di Pantura Turun Pasca Tol Trans Jawa Beroperasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengatur kendaraan melintasi jalan Tol Surabaya Mojokerto saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Empat dari lima ruas tol tersebut dikelola oleh PT Jasa Marga. ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah petugas mengatur kendaraan melintasi jalan Tol Surabaya Mojokerto saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Empat dari lima ruas tol tersebut dikelola oleh PT Jasa Marga. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Batang - Omzet restoran atau rumah makan di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini hanya mencapai Rp 1,5 juta per hari, turun dibandingkan sebelum pengoperasian Tol Trans Jawa yakni antara Rp 2,25 juta hingga Rp 2,5 juta per hari.

    Baca juga: Menhub Kenalkan Peta Kuliner Trans Jawa di Rest Area

    Pemilik rumah makan "Buyung", Arif Munandar di Batang, Jumat, 11 Januari 2019, mengatakan dengan beroperasinya jalur Tol Trans Jawa, sebagian besar kendaraan kini memanfaatkan jalur bebas hambatan tersebut sehingga kondisi jalur pantura relatif sepi. "Saat ini bisa dikatakan pengunjung berkendaraan yang ingin mampir ke rumah makan turun drastis karena sebagian besar mereka memilih melintas di jalur Tol Trans Jawa," katanya.

    Menurut dia, saat ini konsumen yang datang ke rumah makan sebagian adalah pengendara sepeda motor dan sopir truk sedang mobil pribadi maupun bus memilih melintas jalur tol itu.

    "Kondisi yang dihadapi pemilik rumah makan ini bisa dikatakan 'kembang kempis' (bertahan saja). Kami hanya berharap semoga bisa ramai lagi karena jika tidak ada perubahan signifikan maka lebih baik tutup usaha," katanya.

    Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang Bambang Supriyanto mengatakan turunnya jumlah pengunjung di sejumlah rumah makan atau restoran jalur pantura Batang akan berimbas pada target penyerapan pajak restoran.

    Tahun ini, kata dia, target retribusi pajak dari sektor restoran dan rumah makan sebesar Rp 3 juta atau masih dengan target tahun sebelumnya.

    "Namun, dengan dibukanya jalur Tol Trans Jawa maka akan berimbas langsung pada penyerapan pajak dari sektor rumah makan atau restoran," katanya.

    Ia mengatakan realisasi pendapatan pajak daerah (PAD) pada 2018 mencapai Rp 74,198 miliar atau 104,16 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 71,233 miliar.

    "Adapun pada tahun ini, target pajak daerah sebesar Rp74,517 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya Rp71,233 miliar. Kami berharap target PAD 2019 bisa terlampaui karena dibangunnya 'rest area' berkonsep 'transit oriented development' (TOD) yang berlokasi di tepi jalur Tol Batang-Semarang KM. 369," katanya.

    Baca juga berita Tol Trans Jawa lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.