Rupiah Menguat di Pasar Spot ke Level 14.048 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah hari ini di level Rp 14.076 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,12 persen dari posisi Rp 14.093 kemarin. Kurs jual ditetapkan Rp 14.146 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp 14.006 per dolar AS. 

    Baca: Bank Indonesia Yakin Nilai Tukar Rupiah 2019 Bergerak Stabil

    Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau berbalik menguat 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp 14.048 per dolar AS pada pukul 10.59 WIB. Nilai tukar rupiah sempat tergelincir terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat perdagangan dibuka. Rupiah terdepresiasi 20 poin atau 0,14 persen di level Rp 14.073 per dolar AS pagi ini dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan Kamis lalu, nilai tukar rupiah ditutup menguat 72 poin atau 0,51 persen di posisi Rp 14.053 per dolar AS, apresiasi pada hari kedua berturut-turut. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.045 - Rp 14.084 per dolar AS. 

    Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia menguat, dipimpin yuan offshore yuan onshore China yang masing-masing terapresiasi 0,59 persen dan 0,51 persen terhadap dolar AS. Mata uang Asia bergerak stabil saat investor mencermati dampak kemungkinan berhentinya kenaikan suku bunga di Amerika Serikat menimbang latar belakang pertumbuhan global yang memburuk.

    Dalam agenda Economic Club of Washington, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome Powell menegaskan kembali pandangan para pembuat kebijakan lain bahwa The Fed akan bersabar mengenai kenaikan suku bunga. Namun, sejumlah investor juga mewaspadai perselisihan politik yang berkepanjangan di Washington mengenai anggaran tembok yang diinginkan oleh Trump di perbatasan AS-Meksiko.

    Isu ini telah menyebabkan penutupan sebagian layanan pemerintah federal (partial government shutdown) pada hari ke-20. “Mata uang Asia telah didukung oleh sikap sabar The Fed dan meningkatnya hubungan AS-Cina. Ada ruang untuk penguatan lebih lanjut jika penutupan sebagian layanan pemerintah federal di AS mulai mengikis dolar AS,” kata kepala riset di ANZ, Khoon Goh.

    Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,174 poin atau 0,18 persen ke level 95,365 pada pukul 10.52 WIB. 

    Baca: Rupiah Fluktuasi Terlalu Cepat, Ketua Kadin: Repot Bikin Planning

    Indeks dolar kembali bergerak di zona merah dengan dibuka turun 0,100 poin di level 95,439 pagi ini. Sebelumnya pada perdagangan Kamis lalu, indeks dolar mampu rebound dan berakhir menguat 0,34 persen atau 0,320 poin di posisi 95,539.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.